Liburan Sebulan Lagi!

Memang rada sulit kalau giliran udah dapet pekerjaan tetap, terus ngelunjak bikin tanggal merah sembarangan. Ya… nggak berlaku buat karyawan kayak gue. Apalagi kalau cuti udah dijatah untuk tanggal sekian, harus balik lagi tanggal sekian. Makanya, begitu tanggal cuti udah di-a-ce-ce, hal berikutnya-yang-bikin-menggelinjang-adalah, susun rencana perjalanan, atau bahasa kerennya, itinerary.

Dan sebulan sebelum D-Day, semua udah ketulis rapi banget. Sampe kemaren sore, mendadak ada panggilan kerjaan sampingan buat nemenin tamu ke… lagi-lagi Kepulauan Derawan. Dan rencana itu berubah total.

Iya juga sih, untuk pertama kalinya setelah hiatus cukup panjang, gue dikasih kesempatan buat maenan air laut lagi. Kedua, karena gue dibayar.
Menurut ngana? Kapan lagi lo liburan terus diempanin?

Here we go, itinerary harus diubah lagi. Gue perginya sih nggak lama, cuma 12 hari doang. Tapi ngurus segala tiket bus-mobil-pesawat-masuk konser-kereta api, bikin jiper juga kalo nggak diperhitungkan dari sekarang. Untung aja, tiket one-way sudah gue pesen. Jadi bisa jadi patokan supaya nggak bleber kemana-mana.

Tanggal 8 Agustus
Kelar beresin kerjaan, gue udah ngontak bus Banjarmasin – Samarinda buat ngejemput gue di mess karyawan, di daerah Tabalong. Perkiraan lama perjalanan 8-10 jam. Sampai di Samarinda nanti, gue akan nginep sebentar di rumah temen. Besok paginya, baru pulang ke rumah, setelah muka agak cerahan. Soalnya kalau dinasehatin orangtua terus muka dalam keadaan kuyup, gue nggak bakal perhatiin.

Tanggal 9 Agustus
Agenda hari ini lumayan banyak. Belum lagi undangan mampir setelah lama banget nggak jumpa teman-teman di sini. Yang jelas, harus ngurus KTP-El, jengukin anaknya Dwi (sahabat gue, yang pernah gue ceritain) yang anaknya baru aja lahir, jumpa ama anak-anak Ayka, ke Rumah Seduh Kopi Semenjana, packing beberapa pakaian, dan yang pasti bantuin nyabutin rumput/nguras kolam/panjatin pohon atau pekerjaan domestik lainnya. Supaya enak dikasih restu ama orang rumah.

Tanggal 10 Agustus
Agak siangan dikit, gue bertolak ke Balikpapan. Dari Samarinda, paling lama butuh tiga jam buat sampai di kota dengan lambang Beruang Madu itu. Dari sini, mau ketemuan dulu, dengan beberapa orang, sekalian nonton marathon di bioskop. Gilak meen… Tiga bulan lebih gue nggak nonton layar lebar. Mata gue iritasi ngeliat laptop mulu di kantor.

Jam delapan malam, gue terbang ke Jakarta. Dua jam perjalanan, sampai di bandara Soetta sekitar jam sembilan. Nggak usah kaget, ada perbedaan waktu soalnya. Dari sini pake bus DAMRI buat ke Bekasi. Sesampainya di sana, ada temen yang katanya mau ngobrol dan ngopi dan diakhiri nginep di rumahnya. Mayan, ngurangin ongkos. Sebelum besok pagi harus balik lagi ke Jakarta.

Tanggal 11 Agustus
Ini adalah agenda gue untuk dateng ke Jakarta. Yaitu nonton WTF, atau We The Fest! Jika dua tahun lalu gue berkesempatan untuk dateng ke acara Soundrenaline di Bali, dan September kemaren gue ada di Medan untuk dateng ke kawinannya Dwi (iya, sahabat gue yang dodol itu). Sekarang, gue pengen liat acaranya kompetitor produsen rokok yang pernah jadiin gue Special Brand Ambassador mereka, dulu.

Konsep acaranya sih gue belum tau pasti. Tapi karena line-up yang dateng itu oke-oke, gue langsung iyain, ketika ada temen yang ngomporin buat pergi ke sana. Dan pastinya, gue bakal ada di acara ini sampe malam.

Kemudian dilanjutin meet-up dengan beberapa temen di sebuah kafe di bilangan Kemang. Agak risih juga, secara gue maenannya di angkringan biasa gegoleran atau naikin kaki semampunya, sekarang harus di sebuah tavern yang harganya mayan nggak sante, untuk ukuran gue. Tapi kan nggak setiap hari. Alokasi dana buat ginian ya harus ada, lah. Dan pulangnya gue harus ke Jakarta Timur, nginep di rumah temen juga. Tampang gratisan is always on, baby!

Tanggal 12 Agustus
Agak siangan, gue menuju ke Stasiun Gambir. Sebenarnya jadwal naek kereta itu jam setengah empat sore, namun karena ada beberapa temen di kloter ke dua yang nggak bisa dateng malem sebelumnya, gue ajak ketemuan di sini aja. Stasiun kan udah bersih tuh. Sembari ngobrol, dan ngebunuh mati gaya gue saat di stasiun.

Sampe di Stasiun Bandung, gue akan ketemuan dengan lagi-lagi beberapa temen malamnya. Sempet diajak buat nginep di salah satu rumah mereka, tapi belum gue iyain. Takutnya ngerepotin (tumbeeeeen…!)

Tanggal 13 Agustus
Agak siangan, gue menuju Setiabudhi, buat makan siang sekaligus nemuin beberapa temen yang suka dengan foto-foto di sebuah lounge hotel kekinian di sana. Lagi-lagi gue iyain. Karena terakhir kali gue ke Bandung itu tahun 2004, waku masih tinggal di Bogor. Jadinya buta dan gak tau perkembangan apalagi di sana. Apalagi tempat gaul yang kesohor. Gue ada di sana, sampe lepas maghrib.

Malamnya, jam tujuh, gue akan dianter menuju Stasiun Bandung untuk menuju Surabaya. Perkiraan tiba di Stasiun Gubeng adalah jam 8 atau 9 pagi. Karena Bandung-Surabaya jaraknya dengan kereta itu 11-13 jam.

Tanggal 14 Agustus
Otomatis, jika perjalanan lancar, gue udah tiba di Surabaya. Dari sini, gue akan ketemu dengan satu orang yang pernah kenal gue di Kepulauan Derawan dulu, dan ngasih oleh-oleh buat dia. Dan satu hal lagi adalah ketemu dengan keluarga yang dulu pernah nyelametin gue saat gue pengen diculik.

Gue masih inget alamatnya, gue masih inget lorongnya, kalau saja semua hal belum berubah. Istilah bakunya, gue mau napak tilas, kejadian gue tinggal di daerah Indragiri, sekolah di Hang Tuah, dan lari-larian dari Jalan Bogowonto sampai Jalan Cipunegara ngehindarin penculik, di tahun… 1993! Gara-gara itulah, gue diungsiin ke Nganjuk, dan sekolah di sana lebih kurang dua minggu.

Gue pastinya akan cari penginepan di daerah Sidoarjo, deket bandara. Karena esok pagi, dengan penerbangan awal, gue harus ke Balikpapan.

Tanggal 15 Agustus
Dari Bandara Juanda-Sidoarjo, gue akan menuju Bandara Sultan Aji Mahmud Sulaiman-Balikpapan, dan berhenti ambil napas sebentar, karena dari jam 9 pagi, sampai nanti jam setengah tiga sore, gue mau pijet di sebuah tempat di Balikpapan. Melipir bentar ke pusat kota. Sebelum akhirnya, gue akan ke Bandara Kalimarau-Berau. Dan berakhir di Kepulauan Derawan.

Hingga tanggal 21 Agustus
Ya, gue masih di Derawan, lah. Entar aja ceritanya. Tapi sorenya harus ke Tanjung Redeb lagi, karena gue harus ke Balikpapan. Dan, nginep di rumah temen. Lagi.

Tanggal 22-24 Agustus
Di sini, harus kembali ke rutinitas biasa. Alias tidur, maen ama ponakan-ponakan, atau ngangkring di tempat biasa dulu gue nongkrong. Ngelatih temen yogaan, ngunjungin radio dulu tempat gue kerja, cuci pakaian, atau sekadar baca buku. Gak tau kalau ada temen yang mau ngajak kemanaaaa gitu. Gue iyain aja. Ini waktu gue buat mereka.

25 Agustus
Akhirnya harus balik lagi ke tempat kerjaan. Gue nggak mau bayangin deh. Haha!

DSCN9952

Akhir kata, semua di atas itu adalah rencana saja. Biarlah tuhan dan takdir menentukan gimana hasil akhirnya.

 

 

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s