Cerita dan Itinerary (Gak) Murah ke Misool, Raja Ampat

Kalo ko pi di Raja Ampa, cuma singga di Pyainemo deng Wayag, berarti ko cuma lia dia pu kuli saja. Bolom dia pu isi.” Ujar penduduk lokal di Pelabuhan Rakyat, Sorong. Saat itu saya kelelahan karena baru saja tiba dari trip Raja Ampat selama hampir seminggu.

Terus isinya di mana dong, Pace?” Ujar saya saya tak percaya. Bagimana tidak? Keindahan panorama Pyainemo, terjalnya karst di Wayag, cantiknya pemandangan bawah air di Arborek, dan Kri, menurut saya sudah lebih dari cukup.

“Ko harus pi ke Misool, ana… “

I. PERJALANAN DI MULAI 

Dari dua minggu sebelum keberangkatan, saya sudah mencari kesana-kemari bagaimana agar bisa ke Papua Barat dengan biaya yang bisa ditekan seminim-minimnya. Opsinya adalah

  • Balikpapan – Sorong menggunakan kapal Pelni, biaya sekitar Rp500.000 dengan lama perjalanan tiga hari. Namun karena mempertimbangkan efisiensi, dan tanggal keberangkatan yang tidak setiap hari, opsi ini saya lewatkan. Bisa dilihat di sini, jika ingin memeriksa jadwal perjalanan. Tampilan situs website-nya kayak halaman profil Friendster. Gerak warna-warni.
  • Balikpapan – Pantoloan via kapal Pelni, dari sana dilanjutkan dengan pesawat menuju Sorong. Sama seperti di atas, namun kali ini semua tempat sudah penuh. Perlu diketahui, untuk beberapa destinasi, Pelni menerapkan flat class, yaitu, tak ada lagi perbedaan kelas 1, 2, 3 Wisata, dan/atau Ekonomi. Semuanya sama.
  • Balikpapan – Sorong menggunakan, lagi-lagi kapal Pelni, dari Makassar kemudian dilanjutkan menuju Sorong dengan pesawat. Kembali saya lewati, karena saya lebih setuju dengan opsi kempat. Yaitu,
  • Balikpapan – Sorong via Makassar menggunakan pesawat. Ini yang paling masuk akal menurut saya. Walaupun harus menunggu tujuh jam di Makassar, tak masalah, saya amat terbantu dengan beberapa rekan di sana yang bisa mengajak saya jalan-jalan di seputaran kota. Harga tiket pesawat saat itu adalah Rp1.515.000, lebih murah 10% karena menggunakan kartu keanggotaan maskapai.

Keesokan paginya, saya tiba di bandara Domine Eduard Osok, atau lebih dikenal dengan Bandara DEO. Perbedaan waktu lebih cepat satu jam, tidak terlalu menyulitkan saya. Bahkan jarum jam pun tak pernah saya ubah.

Dari bandara, keluarlah ke tepi jalan. Dari situ bisa menghentikan angkot untuk menuju terminal, dan dilanjutkan menuju Pelabuhan Rakyat. Ongkosnya, Rp10.000 untuk dua kali naik angkot.

Karena hari masih pagi, sempatkanlah untuk melihat-lihat kota Sorong. Ingat ya, Kota Sorong. Kita bisa melihat pasar ikan segar di Jembatan Puri, atau berkeliling menggunakan angkot di kota kecil itu. Tapi jika lelah, terdapat beberapa pilihan :

  1. Hotel Je Meridien (tepat di depan bandara DEO) : Rp600.000 – up
  2. Richelle Homestay. Jl. Kanal Victory Km10 turun di depan BreadTake, di seberangnya ada lorong, masuk leibh kurang 50 meter : Rp200.000 – up
  3. Elite Homestay. Jl. Km 10 Belakang Kantor DPRD : Rp200.000
  4. Pasifica889 Homestay. Jl. Km 10 Rp300.000 Telp : 087838130048

Atau kalau mau, silakan kontak saya saja untuk membantu mendapatkan tempat tinggal, atau menempati rumah kosong milik sepupu saya di Jl. KM 10, Kanal Victory.

Untuk berangkat ke Misool dari Sorong, ada dua jenis kendaraan yang biasanya dipakai. Yaitu menggunakan kapal cepat antar pulau dan speedboat. Atau Yacht/Kapal Phinisi. Opsi terakhir akan saya hilangkan, mengingat ini harganya lumayan mahal, sekitar Rp60.000.000 hingga Rp1.000.000.000 sehari. (Incl. Jetski, Ruber Dinghy, dan Helikopter jika ada keadaan darurat.)

Jika menggunakan kapal laut

  • Jadwal : Senin, Rabu, Jum’at jam 11 malam. Perhatikan jadwal kedatangan jika menggunakan pesawat.
  • Tiket bisa dibeli di loket. Atau on the spot di atas kapal.
  • Harga tiket per orang Rp200.000 (jika ingin mendapatkan kamar dengan bunk bed/tempat tidur tingkat, ber-AC, ada tambahan sebesar Rp300.000 – harus bergegas begitu kapal bersandar)
  • Lama perjalanan 10-11 jam.
  • Turun di Pelabuhan Line 35. Milik perusahaan mutiara. Baru kemudian naik dengan longboat milik warga lokal untuk diantar menuju tujuan.
IMG_5656 Steller
Pelabuhan Line 35

Jika menggunakan speedboat

  • Jadwal : Setiap hari, setiap saat.
  • Lokasi : Tak jauh dari Pelabuhan Rakyat, Sorong.
  • Harga : Mulai dari Rp15.000.000 – Rp25.000.000 per hari. Termasuk motoris, BBM dan kru. Harga bervariasi tergantung kapasitas penumpang, jenis, dan besaran tenaga motor yang dipakai oleh speedboat.
  • Lama perjalanan : 3 – 3,5 jam.
  • Turun langsung di dermaga homestay/cottage/resort.
  • Salah satu yang saya sarankan adalah KM Vikesha Namsi, yang dipunyai oleh Ibu Kamsi Edy. Kru dan motorisnya ramah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

II. TINGGAL DI MANA?

Misool mempunyai sekitar 21 kampung yang terbagi dalam empat distrik. Destinasi favorit para pelancong biasanya ada di Distrik Selatan, yaitu Kampung Harapan Jaya. Atau langsung pergi ke Misool Eco Resort-sering disingkat MER, di wilayah Batbitim. Namun jika ingin, suasana yang tidak terlampau mengikuti arus, silakan mengunjungi kampung Usaha Jaya di Distrik Timur.

IMG_6132 Steller
Nut Tonton Homestay. Doc : nuttonton

Ada beberapa pilihan, saya akan urutkan sesuai dengan harganya.

  • Harfat Jaya Homestay : mulai dari Rp400.000/orang/malam
  • Panun Paradise : Rp750.000 – Rp950.000/orang/malam
  • Nut Tonton Homestay : Rp700.000 – Rp850.000/orang/malam
  • Misool Eco Resort : Mulai dari Rp7.000.000/orang/malam

Saya sendiri menginap di Nut Tonton Homestay, yang hampir sama dengan Panun Paradise, terletak di sebuah pulau tunggal. Atau bisa langsung aja lihat ulasan pribadi saya di postingan sebelumnya. Pemilik dan para karyawannya baek-baek deh. Ucul-ucul uga.

Biaya yang ditawarkan oleh Nut Tonton Homestay termasuk dengan makan pagi, makan siang, makan malam, dan cemilan sore. Juga penjemputan dan pengantaran ke pelabuhan Line 35 pada saat kedatangan, dan ke Pelabuhan Yellu pada saat kepulangan menggunakan longboat.

III. LANSEKAP MEMUKAU

Ini yang mungkin ditunggu kali ya? Hahaha. Baiklah. Karena jarak yang ditempuh ini agak berjauhan, saya nggak bisa nentuin hari kemana harus kemana. Semua tergantung keinginan dan kebutuhan. Saya akan bagi ke dalam tiga kategori saja. Yaitu SNORKELING TRIP, HIKING TRIP, dan SIGHTSEEING TRIP. Karen jika saya menambahkan DIVE TRIP, mungkin halaman ini akan terlalu panjang.

SIGHTSEEING TRIP

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Gua Keramat. Letaknya 40 – 60 menit dari homestay. Di sini ada sebuah makam keramat, dan tampak tulisan menyerupai lafaz Allah di atas mulut gua. Di dalamnya terdpat makam keramat, dan laguna didalam gua. Airnya asin. Kita bisa berenang di dalamnya. Jika ingin meneruskan sampai ke dalam, kita akan melihat tanah datar dan sebuah danau. Pastikan bersama dengan pemandu lokal yang benar-benar tahu tempatnya, headlamp amat disarankan, karena gelap.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Yapap. Gugusan batu karst ikonik yang sering disebut Batu Layar oleh pendduk lokal. Letaknya 15 menit dari Homestay. Seluruh area ini dikelilingi oleh serpihan karst dengan ukuran yang besar-besar. Jika ingin mendapatkan gambar di sini, bisa sambil mengapung atau sekadar dari atas longboat.

IMG_6019 Steller

  • Pulau Banos. Jaraknya hanya lima menit dari homestay. Makanya ini dipilih sebagai destinasi terakhir. Sembari melihat matahari tenggelam dari atas batu karang juga pilihan yang bagus. Namun untuk sampai di atas, harus pergi ke area sisi belakang, dan pijakan yang menanjak. Karang yang saya gunakan sebagai properti foto, banyak tersebar di pulau tersebut. Jenis karang yang masih segar, dan sayangnya, patah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Sunmalelen. Ada dua spot yang bisa kita kunjungi untuk melihat peninggalan manusia purbakala, yaitu berupa cetakan tangan, gambar Penyu, gambar Lumba-Lumba, dan aneka guratan yang masih saya belum ketahui  jelas maknanya. Belum ada informasi yang terperinci mengenai siapa yang membuat ini dulunya. Untuk para pemanjat tebing, ini adalah salah satu lokasi favorit. Di gambar bisa terlihat adanya rope yang menjuntai.
  • Gua Tengkorak. Sepulangnya dari Gua Keramat, biasanya para turis akan diperlihatkan cerukan-cerukan pada tebing, tempat menyimpan tulang belulang manusia. Sama persis seperti di Kete’ Kesu Toraja ataupun di Gua Loyang, di Kalimantan Timur. Tak ada gambar yang bisa saya ambil. Selain karena takut, tidak hanya satu cerukan yang kita lihat, namun ada tiga.

HIKING TRIP

IMG_5926 Steller

  • Puncak Dafalen. Untuk dapat sampai ke sini, kita akan hiking selama 30 menit. Dari sini pula terlihat Telaga Cinta.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Puncak Dapunlol atau dikenal dengan Puncak Harfat, karena ditemukan petama kali oleh Pak Harun dan istrinya, Ibu Fatima. Ada tiga spot untuk berfoto di sini. Selain itu terdapat bangku duduk yang bisa digunakan untuk melepaskan lelah. Beda dengan puncak Wayag yang bahkan di atas pun terjal bukan main.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Gua Putri Termenung. Kita harus menaiki undakan sekitar tujuh meter, merangkak dalam kegelapan gua, kemudian menaiki sebuah undakan lagi, berkumpul di sebuah main hall, dan bertemu dengan sesok ‘putri’ yang sedang duduk. terbuat dari stalagmit yang mengendap. Pastikan membawa glove atau sarung tangan, ya?

Bawalah air mineral secukupnya, karena perjalanan ke tiga tempat di atas mengundang dahaga. Jika ingin membawa cemilan, simpan sampahnya untuk dibawa pulang.

SNORKELING TRIP

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Balbulol. Tiga batu karang yang berada di tengah sama persis seperti rumah adat suku Asmat di pedalaman Papua. Berbentuk kerucut, dikelilingi dengan air yang dangkal. Jika ingin snorkeling di sini, sangat dipersilakan. Namun saran saya, ambillah spot sebelum masuk ke area tiga batu kerucut ini. Pemandangan di bawah airnya menakjubkan.

IMG_5805 Steller

  • Danau Lenmakana. Untuk bisa ke sini, kita akan dipandu oleh pemandu lokal. Beda dengan Danau Kakaban, di Kepulauan Derawan yang sudah dibuat jembatan untuk memudahkan pengunjung, di sini hanya ada jalan perintis yang bisa terlihat ketika kita sudah sampai di sana. Yang mengasyikkan, jumlah ubur-uburnya… sangat banyak!
C360_2014-10-20-15-34-22-445.png
Namlol from aeriel view. Doc : nuttonton
  • Namlol. Istirahat makan siang biasa dilakukan di sini. Karena ada cukup petak yang bisa digunakan untuk menggelar makanan. Sehabis itu bisa snorkeling.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Perairan Dapunlol. Saking banyaknya tempat snorkeling yang bisa didatangi dan diselami permukaanya, saya hampir lupa nama-nama tempatnya. Namun satu yang paling membekas adalah di tempat ini, karena waktu itu saya beserta rombongan (kesekian kalinya), kehabisan waktu. Hahaha. Padahal karangnya cantik-cantik.

IV. HARGA DAN TARIF DAN BIAYA DAN BUDGET

Apa bedanya, nyet?

Untuk menyusuri seharian dengan menggunakan longboat, biaya yang diperlukan adalah Rp1.500.000. Sudah termasuk bahan bakar minyak, dan satu orang juru kemudi.
Namun jika menggunakan speedboat, hitungan Rp10.000.000 – Rp25.000.000 per hari tadi masih berlaku. Memang sih, lebih nyaman, dan bisa duduk dengan tenang tanpa guncangan yang berarti. Cuma belum tentu bisa menggapai/menepi ke tempat-tempat dangkal, yang biasanya mempunyai terumbu karang yang asoy.

Mengelilingi Misool tanpa diving, dan mau melihat semua titik wisata, bisa memakan waktu antara 4-5 hari, bahkan lebih, apalagi jika kita termasuk yang suka mengabadikan gambar-gambar indah. Jika ingin diving, maka harga per longboat adalah Rp2.500.000 – Rp3.000.000 per hari. Biaya itu termasuk juru mudi, dua pemandu selam untuk enam – delapan orang, bahan bakar minyak, dan dua titik selam. Per spot tambahan, dikenai biaya tambahan Rp250.000 – Rp750.000 (tergantung jarak, dan kesulitan)

Waktu yang ideal untuk ke sana :  Oktober – Desember, Februari – April.

V. CATATAN

  • Misool, atau Raja Ampat pada umumnya, bukan wisata yang ramah terhadap anak kecil – lansia. Karena medan hiking yang lumayan berat, tentu menyulitkan keluarga yang lainhya, apalagi pergi dalam rombongan.
  • Masih banyak lagi gugusan batu karang dan karst yang berbentuk Batu Elang, Batu Bebek, Batu Cona, Bantu Unta, Batu Ceper Susun, yang kesemuanya bisa dilihat apabila pada posisi yang tepat.
  • Foto keindahan bawah air, pastinya sudah diposting oleh orang-orang sebelum saya, dan-pastinya-memesona.Nnamun saya ingin menambahkan beberapa foto lagi sebagai penutup.
  • Semua dokumentasi pribadi di sini, dipotret dengan kamera DSLR biasa. Kamera aksi yang digunakan untuk mengambil gambar dan video di bawah air, langsung redup seketika begitu dicelupkan ke dalam air. Belakangan saya tahu, housingnya ternyata retak. Aih! Tambahan : Tak ada editan yang dramatis di sini, Misool memang indah, saya hanya menggunakan settingan otomatis.

UPDATE : Banyak yang menanyakan, berapa banyak biaya yang saya keluarkan ketika saya berada di Misool selama sebulan. Rasanya tak adil, jika saya tak membeberkan semuanya, kan? Iya.

  • Pesawat one way Balikpapan – Sorong : Rp1.510.000 (bisa lebih murah, jika beda maskapai). Saya harus one-way, karena setelah dari Misool, saya harus ke Ambon.
  • Biaya untuk membeli toiletries, cemilan, mie instan : Rp.750.000
  • Biaya KM Fajar Baru : Rp. 600.000

Total : Rp2.860.000

  • Biaya homestay : 28 hari x Rp700.000 = Rp19.600.000
  • Biaya longboat : 5 x Rp1.500.000 = Rp7.500.000
  • Biaya speedboat : 2 x Rp20.000.000 = Rp40.000.000

Total : Rp67.100.000 GRATIS

Kok bisa?

Karena saya memilih membaur dengan orang lokal, dan diizinkan untuk bepergian bersama dengan mereka. Makanya, saya bisa merasakan keindahan panorama Misool, hampir tanpa biaya yang mencekik leher. Namanya pergi dengan konsep backpacker, saya rasa tidak akan berhasil jika tanpa bantuan orang lokal dan sekitarnya. Maka dari itu, saya mengucapkan banya terima kasih kepada Mas Thalib Macap, yang mengizinkan saya untuk bekerja di homestay-nya atas desakan saya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Banyak wisatawan yang mengatakan, kalau bepergian ke Raja Ampat, apalagi Misool, memerlukan biaya yang sangat besar. Saya sendiri tak menafikkan hal itu. Makanya, Misool justru lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan asal mancanegara untuk mengintip keindahan bawah lautnya yang luar biasa tak terkira.

Mau menurunkan harganya, demi lebih banyak wisawatan domestik yang ingin ke sini? Saya rasa tak perlu. Terdengar egois, memang. Menurut saya, jika para wisatawan yang ingin pergi ke suatu tempat yang eksotis, merekalah yang harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Bukan sebaliknya.

Saya tak ingin, terumbu karang cantik di Misool harus rusak dan banyak sampah seperti di Bunaken, Derawan, ataupun di pulau-pulau Indonesia, hanya karena banyaknya wisatawan yang belum mengerti dan teredukasi tentang pentingnya terumbu karang bagi ekosistem bawah laut.

Toh, walaupn banyak yang mengeluh harganya nggak bikin santai. Banyak aja tuh, yang bela-belain datang ke Misool.

Mengutip perkataan salah satu peserta trip yang saya kenal begitu kita bebarengan di homestay, “Gilak, ya? Pemandangan di Misool ini cuma ada dua. Bagus, dan bagusnya kebangetan.”

Saya setuju.

Iklan

14 comments

  1. Langsung hela napas baca ini.. Pertama krn kagum ama pemandangan spektakulernya, kedua krn biayanya huahahahaha :D. Papaku dulu kerja di papua . Dia jg srg cerita ttg keindahan tempat2 di sana.. Dan terlebih aneka seafoodnya yg super duperlah mas.. Pernah dibawa pulang k jkt.. Krn pake pesawat carteran perusahaan, jd bisa bawa kepiting 1 EMBER, yg capitnya aja segede tanganku wkwkwkwkw… Omg, dan aku shocked pas tau harganya.. SEEMBER cuma 150rb.. Tempatnya itu bener2 pelosok banget dan deket ama perusahaan LNG tempat papa dulu. Mungkin itu yg bikin super murah. Hela napas lagi… Sejak itu, aku ga mau makan kepiting kalo lg makan di resto seafood jakarta.. Ga ada yg ngalahin kepiting papua :D.

    Kalo soal misool dan tempat2 cakep lainnya, aku kumpulin pasukan dululah supaya bisa sharing cost mas :D. Ntah kapan ini bisa aku datangin..

    • Terima kasih sudah mampir ke sini, mbak.

      Iya, itu namanya Ketang/Ketam Kenari atau akrab disebut Ketang Kelapa. Beda banget dengan kepiting yang cenderung amis, karena makanannya adalah ikan, ketang kenari makanannya adalah kelapa, jadi paling banter nyomot kelapa.

      Bisa tuh sharing cost Mbak. Yang penting dapet temen aja. Perusahaan LNG mungkin ada di Pulau Salawati, satu dari empat pulau besar di Raja Ampat. 🙂

    • Bisa aja sih. Yang penting harus seiman dan sevisi ama temen yang lain. Kalau yang satu mau snorkeling,sementara yang lain mau diving, tentu beda biaya lagi. Thanks udah mampir, ya?

  2. papua ( Raja Ampat ) selalu masuk list paling atas daftar yang paling ingin kukunjungi tapi apa daya ke lombok yang lebih murah aja harus nabung mati-matian apalagi ke papua. #MAHASISWA

    • Coba ikut open trip ke Misool (jarang, sih), atau share cost bareng temen. 8-10 orang, bisa. Diaminkan supaya ke Misool aja deh, kalo gitu, hehehe.

      Terima kasih sudah mampir.

  3. Hay bang. Boleh minta kontak gak? Aku mau pindha ke sorong rencananya dan stay around kanal victory. Mau nanya2 penginapan or kos sekitaran situ. Thank you 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s