Sakit Hati Trip Derawan

Dua minggu lalu – seingat gue – ada yang bagiin postingan seseorang yang mencak-mencak karena gak dapet penjelasan dari pihak manajemen resort dan betapa kecewanya, karena biaya speedboat yang tiba-tiba dinaikin berkali lipat dari harga perjanjian semula. Berhubung karena ia juga adalah pelaku wisata yang katanya gemar membawa turis, hasil postingannya pun menuai banyak komentar, dan juga dibagi ulang. Lokasi yang ia sebutkan adalah Pulau Derawan. Jeng jeng!

Karena gue juga udah ampir sebulan tinggal di Pulau Derawan, gue putuskan untuk ngebaca lebih dari sekali komentar-komentar yang masuk di statusnya. Isinya ya macem-macem. Satu hal yang bisa gue simpulin adalah : Kalau elu mau ngetrip di pulau yang kecetak di duit noban keluaran terbaru itu, ya, harus pinter-pinter milah milih, karena tricky. Salah dikit, dana yang elu siapin bakal makin jauh dari harga awal.

Ya terus gimana, dong? Kok ribet banget, padahal mau holidei hepi-hepi.

Setau gue, gak banyak destinasi wisata Indonesia yang segenap masyarakatnya bisa diandelin. ngerasa memiliki dan ikut menjaga tempat wisata mereka. Paling banter : Bali, Lombok, dan Jogja. Gitu aja diulang-ulang. Kita ngomongin ini di dalam konteks wisata yang terpadu, ya? Bukan masalah wisatawan domestik yang dianaktiriin dibanding yang berasal dari luar negeri. Dan trip wisata ke Kepulauan Derawan, adalah salah satu yang menurut banyak orang masih mahal harganya, sulit aksesnya, dan serba nggak jelas.

In some ways, gue setuju ama pendapat orang-orang itu. Karena banyak keluarga dan rekan dekat yang sampai sekarang masih heran kenapa gue masih bertahan di sini. Gak sedikit yang nanyain, gimana gue makan, tinggal di mana, ngapain aja, dan terakhir, nyangka kalo duit gue banyak banget (aamiin). Padahal sebenarnya gue di sini nyari kerja sampingan saat libur kuliah dan seperti yang elu duga, berwisata tiada habisnya.

Balik lagi, ke masalah tadi. Gimana cara supaya bisa nikmatin wisata ke Derawan dan bisa pulang ke tempat asal dengan bahagia girang selamat sentausa? Ini tipsnya :

  1. PLAN

Gue selalu percaya, kalo elu adalah tipe pelancong aktif, hal yang paling menyita waktu sebelum waktu liburan adalah … bikin rencana perjalanan. Apalagi dengan dana pas-pasan. Kalau level kekayaan elu belum sampai di “Eh, sore ini gue pengin nyemplung lucu di Laut Maratua. Bilangin Pak Pilot, siapin pesawat.” Atau “Masih nanggung nih, tadi kita mandi di perairan Arborek, lanjut lagi ke Kakaban, yuk?”. Fix, elu belum kaya banget-banget. Jadi nggak usah sombong.

Media untuk mencari tahu detil bisa beragam cara. Mulai dari googling di internet, stalking di media sosial, dan yang paling ampuh, nanya kenalan yang udah pernah ke Derawan. Dari sini, elu bisa ngatur, kapan jadwal berangkat, mau sendirian atau barengan, dan fasilitas apa aja yang elu inginkan.

Di Pulau Derawan, puluhan tempat tinggal berbayar bisa elu gunain. Mulai dari penginapan dengan fasilitas kecoa nyempil di kamar, dekat dengan laut, atau dengan pemanas air dalam kamar, semua ada. Dengan harga yang berbeda-beda, tinggal pilih. Yang sudah terdaftar di situs TripAdvisor atau Traveloka palingan Derawan Dive Resort dan sejenisnya. Sedangkan penginapan kelas pejalan hemat, hampir bisa dipastikan hanya bisa ditemui setelah kita berada di pelabuhan utama pulau tersebut.

Kemudian adalah soal makanan. Jika menginap di resort, maka kita akan disediakan makan sepanjang hari, beda dengan penginapan yang harus membeli secara terpisah. Setelah gue iseng itung-itung, tak kurang dari 20 warung-restoran di Pulau Derawan yang menyajikan menu makanan laut dengan harga terjangkau. Bedanya, sayuran di sini dibeli langsung dari Berau, tak heran, harganya sedikit merangkak naik.

Selanjutnya, Hopping Islands. Kegiatan yang menyita waktu seharian, dan sayang banget kalo udah tiba di pulau Derawan, tapi nggak nikmatin keindahan pulau-pulau di sekitarnya. Untuk sekali pergi pulang menyusuri pulau, dibutuhkan bensin yang banyak. Gue juga baru tau, speedboat terbagi atas tiga jenis. Yang kecil dengan kapasitas maksimal lima orang, yang berukuran sedang untuk kapasitas maksimal 12 orang, dan yang besar mampu menampung hingga 18 orang. Beda ukuran, beda pula harganya.

And the big problem is… saat tiba high season, peredaran BBM tiba-tiba langka dan sulit untuk didapetin. Ini yang ngebikin, para operator trip harus kalang kabut memesan bensin jauh-jauh hari sebelumnya. Lengah dikit, jatah bisa nggak keambil. Kalopun dapet, ya harganya nggak murah. Harus pinter-pinter ngelobi juragan minyak.

Udah kelar? Belum. Pada saat musim liburan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, Natal atau long weekend, saat itulah chaos dimulai.

Saat ada liburan panjang, serentak di dalam pikiran orang adalah bepergian ke tempat wisata. Dan seperti yang terjadi pada tempat wisata menarik lainnya, Derawan tetaplah yang-katanya-surga incaran calon turis. Bayangin aja, perkampungan yang setiap harinya dengan ritme hidup yang santai, mau nggak mau harus siap dengan serbuan ratusan orang baru setiap harinya. Been there.

Resort dan penginapan akan dipesan, para motoris, guide, hingga sopir akan dihubungi satu per satu untuk ditanyakan kesediannya menjemput turis, bahan bakar harus dipersiapkan, pihak rumah makan dan toko sudah menumpuk persediaan. Tambahin aja masing-masing dengan kalimat ‘dari jauh hari sebelumnya’.

Beruntung banget buat elu yang udah bisa ngatur perjalanan elu ke sana sendirian, bareng teman, keluarga, atau acara perusahaan. Kalau nggak mau capek, ya silakan turun ke nomer selanjutnya

  1. TRIP PROVIDER

Sejak era media sosial mewabah, segala jenis informasi bisa dilacak dan diketahui. Apapun itu. Termasuk di dalamnya adalah mencari penyedia trip wisata YANG BENAR. Udah gue tebelin tuh. Maksud gue adalah, nyari info tentang mantan dan gebetan aja kita rela ngos-ngosan ya, kan? Masak nyari trip provider yang punya reputasi bagus aja nggak bisa?

Ciri-cirinya adalah : mereka cepat tanggap ketika ditanya atau dimintai konsultasi, walaupun sebatas pesan pendek atau aplikasi seperti WhatsApp. Ulasan dari para wisatawan, bagus. Aktif di media sosial dengan gencarnya berpromo, dan mengenal baik Kepulauan Derawan. Yang tahu dengan isi rumahnya sendiri, tentu penghuninya, bukan?

Jangan tertipu dengan harga trip yang sangat murah. Pilihlah yang agak mahal dikit, tapi elu bener-bener dilayani dan dilayakin. Ada rupa ada harga. Banyak kejadian yang mau harga murah, terus berakhir dengan urung-uringan. Nggak dapet sarapan mutu, speedboat yang dijejalin banyak orang, penginapan yang ‘hanya pakai’ kipas angin doang terus jauh dari pantai, makanan bungkusan, hingga pemandu wisata dadakan. Yang terakhir ini harus diwaspadai.

Turun ke nomer selanjutnya…

  1. LOCAL GUIDE

Guide di Pulau Derawan dibagi atas dua, yaitu yang tugasnya menemani tamu, menginformasikan tempat wisata, menunjukkan titik-titik snorkeling, bekerja sama dengan motoris apakah speedboat layak berkeliling atau tidak. Sedangkan yang satu lagi adalah Dive Master yang bertugas mendampingi elu saat di bawah air.

Pemandu tempatan di pulau Derawan itu bisa dihitung, tak banyak. Begitu pula dengan pemandu bawah air yang sudah tersertifikasi. Tapi tenang saja, penyedia wisata yang baik tentu saja sudah menjalin hubungan akrab dengan para pemandu ini. Selain karena sudah mengenal baik tujuan yang akan didatangi, mereka lebih bertanggung jawab ketika melaksanakan tugasnya.

Beda dengan pemandu wisata dadakan, dan atau didatangkan dari luar Kepulauan Derawan. Contoh : tiba-tiba ngilang tanpa pemberitahuan kepada tamunya, jarang tau ketika ditanya apa-apa, dan tak memerhatikan keselamatan para tamunya ketika proses pendampingan. Ini yang dikhawatirkan. Karena punya etitut yang mines. Makanya, demi kemashlatan hidup bersama, jika nanti elu udah gunain jasa guide lokal, apalagi kalo puas banget, kasih mereka tips.

4.  WEATHER

Setelah memperhitungkan dan meneliti baik-baik apa yang gue tulis di atas, langkah selanjutnya adalah memperhitungakan hal yang nggak bisa elu tolak, yaitu masalah cuaca. Ada bulan-bulan tertentu yang memang panteng didatengin karena pengaruh angin barat, angin selatan, dan angin-anginan lainnya. Kecuali kalau : mau kebanting-banting di dalam speedboat, rela menderita dihajar hujan deras, dan gak permasalahin hasil foto yang amburadul.

Satu lagi, jika kondisi cuaca nggak bagus, seluruh perjalanan ketika berada di Kepulauan Derawan adalah tanggung jawab guide. Dia yang nentuin kapan bisa ke Gusung, Gua Haji Mangku, atau Kehe Daing. Karena ketiga tempat ini bisa dengan leluasa didatengin tergantung dengan pasang surut air laut.

Kehadiran Lumba-Lumba di perairan pulau Maratua, rombongan Manta Ray di Sangalaki, juga tergantung cuaca. Jika bersahabat, mereka nongol dalam jumlah yang banyak, kalau nggak, biasanya akan sulit dilihat. Bukan salah siapa-siapa. Yang salah adalah nomer di bawah ini.

  1. BE SMART TRAVELER

Sepintar dan sesering apapun ketika elu pelesiran, tapi kalau nggak disiplin dan ngikutin peraturan setempat, ya hal buruk bisa terjadi kapan saja. Mau contoh kejadiannya?

  • Ada yang harus kehilangan gadgetnya (tenggelam di palung, danau, gua) karena pengen ngerekam ala-ala anak edvencer, tanpa persiapan dulu.
  • Ada yang di-booo-in ama pengunjung lainnya pas datang ke danau Kakaban terus ngelompat salto tinggi-tinggian dari jetty. Padahal kan nggak udah ada larangannya. Kalo gitu kan malu, bro.
  • Terpaksa perpanjang nginap sehari dua hari di Pulau Derawan karena ingin sendirian hopping island tapi nggak ada yang mau ditebengin. Makanya, ikut open trip doong…
  • Ditegor ama bapak pemuka agama setempat karena pake pakean seksi di deoan tempat ibadah.
  • Ditegor ama pemilik penginapan/homestay karena ribut gak karu-karuan, sok asik, bikin ganggu penghuni lainnya.
  • Keseret arus, kesengat tanaman gatel dalam air, kulit kebakar, cedera, terluka, dan banyak lagi lainnya karena nggak ngikutin perintah guide.

Masih banyak lagi yang pengen gue ceritain. Secara gue tinggal di sini aja ngalah-ngalahin turis. Makanya, sedikit banyak gue tahu, apa yang lagi terjadi di sini. Kalian nggak tau kan, alat main apa yang lagi ngehits dipake ama anak-anak Derawan? Mau tau juga cerita ibu-ibu di sini yang belajar bahasa Inggris, gak? Atau gimana ceritanya pas PLN didemo warga setempat? Hahaha. Bahkan gue nggak tau mau mulai dari mana duluan.

dscn1062

Oiya, buat yang pengen tau nama dan harga penginapan murah, rumah makannya nyediain apa aja, atau nomer telpon penyedia trip yang andal, nih hubungi email gue di : tonisitania@gmail.com.

Kata siapa ngetrip di Derawan itu mengasyikkan? Ya kata gue, laaah.

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s