The Magnificent Seven : Koboi-Koboi Cakep di Film Citarasa Bollywood

Just like the sentence joke from one of the character, “So Far So Good”, so did the film runs.

Fitur gambar yang kalian liat di atas, memang bukan film sekarang yang lagi gue bahas. Bukan. Karena jika film The Magnificent Seven pertama kali dibikin tahun 1960 dengan suasana yang masih masuk akal buat film koboi, dan penonton pasti bela-belain ngeliat, maka tahun ini bakal berat banget buat seluruh tim film TMS 2016 kalau mereka naroh bintang, sutradara, atau komposer yang biasa-biasa aja.

magnificent-seven-1
Sumber : Google Image

Nah, gambar di atas adalah pemeran The Magnificent Seven yang akan gue bahas. Gak sampe rinci banget, karena ngomongin film koboi dan adegan baku tembaknya, apalagi sampe harus ngapal jenis senjata yang mereka pake, …. gile aje, bro. Gue nggak sampe ke ranah itu. Clear? Ok.

Lanjut.

Dari poster film atau trailer, penonton nggak bakal pusing buat nebak siapa yang bintangin, atau sekeren apa aksi mereka di film ini. Kecuali pemeran orang Indian bernama Red Harvest (Martin Sensmeier), dan orang Mexico asli, yaitu Vasquez (Manuel Garcia-Rulfo), lima diantaranya itu top banget. Dan ketujuhnya, ngewakilin ras yang ada di benua Amerika sana. Komplit banget. Kayak coklat m en m.

Daftar pemain-pemain bintang seperti Denzel Washington yang memerankan Sam Chislom sekaligus pemimpin tim ini, ngerekrut Joshua Faraday (Chris Pratt) – koboi ganteng dan gatel yang selalu curang dalam semua permainan, terus ketemu dengan sahabatnya, Goodnight ‘Goodie’ Robicheaux (Ethan Hawke) bareng rekan yang juga mantan buronannya dan pinter maen belati, Billy Rocks (Byung-hun Lee), terus terakhir ngebujuk Jack Horne (Vincent D’Onofrio) buat jadi temen satu gengnya.

Mereka semua diamprokin ama Sam, soalnya si Teddy Q (Luke Grimmes) dan Emma Cullen (Haley Bennet) yang mohon-mohon buat minta keadilan sekaligus balas dendam, karena tanah-kota-kecil mereka di Rose Creek, dikuasain ama Bartholomew Bogue (Peter Saarsgard). Penjahat yang asli, zolim banget, teruji klinis. Sampe Sam aja denger nama tuh orang, telinganya langsung goyang. Semuanya keungkap pas lima belas menit sebelum film kelar. Adegan di sini mirip banget ama film India.

Menurut gue, Antoine Fuqua udah bener banget milih Denzie sebagai tokoh utama di film ini. Tapi nggak lantas pemeran lainnya jadi dayang-dayang doang. Itu murni karena doi akrab dengan aktor-aktor kulit item tenar, macam: Forest Whitaker (Southpaw,2015), Morgan Freeman (Olympus Has Fallen,2013), Danny Glover (Shooter, 2007). Bahkan Denzel kayaknya udah dua kali kerja bareng Antoine di Training Day (2001) dan The Equalizer (2014). Film  pertama  bikin Denzie dapetin Oscar sebagai pemeran pria terbaik.

Di film ini, kameramen ngambil gambar (oke! sinematografi) dengan sederhana, tapi rapi. Lokasi syuting di delapan tempat satu benua, nggak bikin keteteran dan puyeng saat terjadi perpindahan adegan. Ibaratnya, ngatur meja makan bundar untuk set menu dinner. Kelewat indah. Padahal orang makan kan cuma buat makan, minum, ngobrol doang. Jadi kalau berharap warna film koboi yang berat dan gelap, di sini nggak ditemuin. Cocok buat jadi ilham, buat penggemar foto-foto bertema alam.

19-magnificent-seven-w529-h352
Sumber : Google Image

Terima kasih lah, buat Mauro Fiore. Tau film Avatar? Real Steel? Nah, bapak sinematografer ini di belakangnya. Dua film itu doang yang gue tau, ngambilnya ajib.

Yang bikin dobel ajib, ketika sinematografi keren dipasangin ama penata musik megah. Dan ia adalah JAMES HORNER! Di perfilman Hollywood, doi udah biasa banget megang ini divisi. Sebut aja ada Titanic, Braveheart, The Amazing Spiderman, Troy, A Beautiful Mind, dan berentet film yang OST-nya pun laku kalo dijual dalam bentuk album. Walaupun kenyataannya ia meninggal sebelum film ini kelar, kemudian digantiin ama Simon Franglen, hal itu gak bikin masalah, soalnya mereka berdua udah sering banget kerjasama. Makanya taste untuk musik ini nggak redup dari awal hingga akhir film.

Dan itu masalahnya.

Okelah, kalo musik pendukung itu perlu, tapi nggak juga digeber dari awal ampe akhir. Kadang penonton juga butuh saat koboi lagi ngobrol itu bener-bener ngobrol, atau lagi naik kuda ya naik kuda, nggak perlu diiringi brang breng nat net not bunyi-bunyian musik. Megah sih emang, tapi kita kan nonton film koboi wooooy, bukan Mardi Gras. Kelebihan bumbu juga nggak enak. Etapi yasudahlah, ini kan subjektif.

magnificent-seven-easily-tops-the-box-office
Sumber : Google Image

Sama halnya penonton yang ternyata punya jagoan masing-masing. Ini sih tergantung selera. Washington udah pas, meski nggak sebagus karakter Eli (The Book of Eli, 2010) atau mendingan daripada ndayu-ndayu pas jadi Doug (Deja Vu, 2006). Pratt juga jagoan, karena dia tetep punya sense of humor seperti StarLord (Guardians of The Galaxy, 2014), dan lepas dari bayang-bayang Owen, pawang raptor (Jurassic World, 2015). Yang agak tanggung mungkin si Hawke. Di film ini dia ngasih PHP ke penonton. Mau dia apa, tujuan dia apa nggak jelas. Plusnya, dia penembak terbaik diantara gengnya. Pertama kali nonton lakinya Uma Thurman ini di film Great Expectations (1998 CMIIW) dan sejauh ini, nggak ada karakternya yang nempel banget kecuali pria yang dapet beberapa kali nominasi Oscar (gak pernah menang) buat film-film romantis.

D’Onofrio? Gue jujur lebih suka saat dia maen sebagai pemeran utama di serial Law & Order :Criminal Intent, atau jadi tentara super lelet dan nyebelin di film Full Metal Jacket. Adanya Byung-hun Lee semakin melengkapi jenis ras di geng ini, mengingat di beberapa film Hollywood sebelumnya dia tampil jadi orang jahat. Cuma di film ini, dia insap dan mau aja jadi sidekick-nya Goody. Terakhir ada dua nama, yaitu Garcia-Rulfo dan Sensmeier, yang so-so. Atau mungkin gue yang belum tau banyak.

Yang nakjubin datengnya justru dari penjahat. Tepok tangan deh buat Sarsgaard. Muka emang nggak pernah bohong. Nggak tau kenapa, setiap kali dia pake kumis, tampangnya jadi nyebelin. Inget, waktu dia maksa pasangannya sendiri buat jadi pemaen film bokep di Lovelace? atau jadi penjahat di film Green Lantern? Atau lebih jauh lagi, di film bareng Leo yaitu The Man In Iron Mask? Hahaha. Di film ini dia kumisan. Dan… bengis.

Bagaimana dengan tokoh wanita? Ya harus ada. Bennet jadi karakter heroine sebenarnya di sini. Dari seorang istri yang lemah, berubah jadi pahlawan gara-gara lakinya, Matthew Cullen (Matt Bomer) ditembak ama Bogue di depan gereja.

the-magnificent-seven-5-haley-bennett-and-matt-bomer
Sumber : Google Image

Terakhir, buat yang pengen nonton film koboi kekinian dengan pemandangan spekta trus alur cerita yang nggak berat, film ini cocok deh. Adegan baku tembak selama setengah jam terakhir film, bikin nggak bisa napas teratur. Intens banget film ini ngejaga ritmenya. Ada beberapa adegan dangkal antar satu pemain dengan pemain lainnya, tapi nggak ngerusak inti cerita, karena gampang ketebak, walau dikit nipu. Seperti: nggak mungkin semuanya tujuh orang di dalamnya bakal tetap hidup, pasti ada yang mati. Cuma cara matinya aja yang menurut gue keren, dan nggak asal kena tembak doang.

Film meta-remake gini kalo gak ada cerita di belakangnya, juga nggak bakal seru. Contohnya:

  1. Kahl Drogo eh, Jason Momoa sebenarnya bakal ikut maen film ini, cuma dia telanjur neken kontrak buat Aquaman.
  2. James Horner bikin musik nggak sampe 10 adegan di film ini, karena keburu metong.
  3. Christian Bale, si Batman Serak, sempet dideketin buat ngikut film ini.
  4. Jelas banget ada hubunganya ama Seven Samurai, yang rilis lebih dari setengah abad lalu.

Jadi, sekian ulasannya. Bodo amat dah, dibilang penyuka film koboi kekinian. Karena buat gue yang demen nonton tipi di tahun 90-an, ada latar musik iklan rokok Marlboro muncul dua kali di film ini. Dan ini bikin gue senyum sendiri.

Score: 7/10

img_3374

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s