Bosan di Pulau Derawan

Tanggal 5 Agustus kemaren, gue tiba di Derawan, hingga sekarang. Karena ini bukan untuk pertama kalinya gue ke sini, jadinya nggak begitu kaget dengan segala panorama terbaiknya. Beda banget waktu tahun 2013, ketika gue norak sujud syukur waktu tiba di dermaga dan nginep di water villa, terus ngeliat segala penyu berbagai ukuran wara wiri kayak nggak ada dosa. Apalagi pas waktu ngunjungin Maratua, Sangalaki, Kakaban, Semama, dan lain sebagainya. Melayang abang, dek…

Eh, bentar. Preambul di atas kesannya nyombong, ya? Mudahan sih nggak.

Tujuan gue ke sini sama sekali bukan liburan atau ngabisin duit warisan, apalagi ketemu simpanan. Yang jelas, gue kerja. Mumpung awal masuk kuliah semester genap dimulai tepat di minggu kedua September, jadinya gue bisa leha-leha dikit dan nyamber kerjaan di sini. Lagian, di tengah kerjaan, bisa banget kok, minta izin numpang speed singgah bentar ke Maratua, foto cakep di Nabucco, atau nyelam lucu sembari ngeliatin Hiu Bodoh dan Manta Ray dari kedalaman.

Tapi ya namanya udah kadung kepapar dunia kekinian di tengah perkotaan, ngumpul bareng teman satu geng dengan perilaku acak, ngobrolin tentang acara-acara ngehits, nonton di bioskop, ghibah massal — walaupun di tengah pulau yang katanya surga tersembunyi, lama-lama bikin bosen. Berapa luasnya sih, daratan di pulau-pulau yang berada di Kepulauan Derawan? Elu muter dua kali juga buat lemesin kaki doang.

Setelah bosen melanda, apa yang bakal dilakuin, sementara kerjaan untuk sehari udah beres? Mau makan, masih kenyang. Padahal menunya all about seafood. Mau ikutan lomba agustusan, nggak ada kompetisi yang sreg. Mau nyelam lagi, udah bosen. Kecuali tiba-tiba ada spot baru di dalam air yang isinya ada Horsea, Starmie, Dewgong, atau Kyogre. Buat yang main PokémonGo, pasti tau nama-nama tadi.

Hampir dua jam berpikir, apa yang bakal gue bikin untuk ngatasin bosen ini. Hasilnya, ada beberapa nama dalam kontak LINe, yang gue tanyain satu hal dan mereka dipersilakan buat ngejawab. Pertanyaannya gampang, tapi tipe pertanyaan terbuka. Nggak ada pilihan buat ngejawab ‘ya/tidak’ doang. Nih, pertanyaan tanggal 7 Agustus.

“When was  the last time you did something for the first time?”

Kapan terakhir kali elo bikin sesuatu hal untuk pertama kalinya?

Namanya aja gue jarang banget ngobrol di LINe, jadinya hanya ada 15 nama yang muncul di recent chat, mereka termasuk dalam grup undasdotco, dan semenjana. Berikut jawaban mereka yang gue urut dari yang duluan ngejawab.

1 : Noval Augustin. Konsultan pajak. Biasa dipanggil Julak.

“Nih, barusan nipu orang. Jam 11 siang.”

Gue reflek nanya balik, nipu apa? Namanya aja kepo. Eh, dia nggak jawab. jangan-jangan jawabannya juga nipu gue. Orangnya suka gitu sih. Suka bikin kita nebak gak jelas.

2 : Andi Zabil Al Ichsan. Owner of AYKA. Lajang klimis.

“Kemarin siang. Pergi meeting ke rumah makan Chi-Chi. Karena sebelumnya memang nggak pernah meeting di rumah makan.”

Sebagai pengusaha muda, dan punya kesibukan (tidur) yang luar biasa, gue pernah siang hari bolong nemenin dia transaksi jual beli mesin pengeruk tanah atau ekskavator. Kali ini memang nggak biasa, kalau dia bilang baru kelar dari rumah makan. Apalagi buat meeting.

3 : Hilda Permatasari. Maddame of Semenjana’s  Coffee House.

“Just now. Made Banana Cake. Yeayyy *hands up in the air emoji*”

Kegemarannya nyoba-nyoba resep masakan, otomatis bikin siapapun yang ada di dekatnya kecipratan rezeki untuk urusan duniawi bagian perut.

4 : Bayu Krésnapati. Young webdev. Cutie Pie 

“Empat bulan lalu, Mas. Nyobain bikin Ayam Katsu”

Untung gue nggak kebagian disuruh nyobain. Rasanya pasti kayak huruf papan ketik.

5 : Luna Joya. Fresh Graduate. Sweet poet.

“Just on the recent time. Nyobain obat untuk luka, buat ngilangin jerawat. Katanya ampuh.”

Sempat mengalami kecelakaan. Ada beberapa birat di wajah ayunya. Lekas sembuh, ya?

6 : Ulva Restu Habibie S.Psi. Stickbomb girl. I love her.

“Untuk pertama kali punya 2 pekerjaan, bulan lalu. Dan harus ninjau beberapa lokasi baru.”

Cewek rame kayak dia dapet dua pekerjaan serius? Nggak abis pikir, hehehe.

7 : Oky Janwardana. Colleger, a romantic drama guy.

“Minggu lalu, memutuskan gabung bareng undasdotco.”

Begitu gitu gue tanya balik, kenapa? Ndilalah, dia jawab ngedayu-dayu gitu. Hehehe.

8 : Mama Kiky. Bussiness women. Happy Mama.

“Kayaknya nggak ada yang baru di hidup gue deh, Ton.”

“Yang agak berkesan, holiday abroad with kids. Brand new passport, first immigration stamp, special holiday with kids, just three of us. Which is, last month.”

Ngedengerin dia cerita waktu bolak-balik kantor imigrasi-kantor kelurahan buat ngurus pembuatan paspor baru aja bikin trenyuh-pengen ketawa-tapi segan. Karena paspornya yang udah dicap belasan negara, hilang digondol maling. Beserta uang dan PC tablet di dalam tas, melalui kaca mobil yang dipecahkan.

9 : Marsha Putri. GA of undasdotco. 

“Februari 2016. Nyetir sendiri ke Balikpapan.”

“Bulan Juni kemarin ada juga sih, tabrak lari kucing di poros Balikpapan-Samarinda. Padahal aku kan ‘Cat Person’. Krik.”

#tepokhidung #karena tepokjidatbiasabanget

10 : Annisa Maharani. She is SARANA. Googling, plz. 

“I organize a football match. 2 motnhs ago. So complicated. It was my 1st time experience.”

Annisa ini cewek unik. Dalam artian, dia itu salah satu personel grup Sarana. Genre musik, Noise. Sukanya, ama puisi. Kerjaannya, sebagai bagian dari Tim media PBFC (Pusamania Borneo Football Club).

11 : Adri Danarjati. Fotografer, anak band.

“Menolak ajakan bercinta, couple weeks ago.”

Sok kegantengan kamu, anak muda.

12 : Pramesti Krisna. Broadcaster, Beer, and Nirvana.

“Last month. I never slept with my parents and my boyfriend under the same roof.”

“Separate bedrooms of course.”

Kisah cintanya menarik untuk diikuti. Juga kisah lain yang ia tuangkan dalam blognya.

13 : Rhesa Arisy. A CEO, Pokémon Go.

“Last night. Eat “Torpedo”. Heavy Stuff.

Pas gue tanya, Torpedo apaan. Dia jawab, biji Sapi. Bukan biji mata loh, ya? Tapi biji pe*ler.

14 : Ellie Hasan, Owner of Galeri Samarinda Bahari, Anahata Yoga.

“Bulan lalu. Negor Imam.”

“Abis shalat, aku datangin.”

“Aku tegur.”

“Pak Imam, kalau bawa shalat jangan cepet-cepet, bacaan belum kelar, shalat jadi gak khusyuk.”

Imam yang ia tegur, adalah Imam shalat Ied, sodara-sodara.

Akibat yang ditimbulin, gue ngakak nggak karuan. Apalagi ditambah satu orang terakhir yang jelas nggak boleh disebutin namanya. Dan ini bener-bener bikin kit-eyut.

15 : The One.

“Make out in the elevator because no quickie hotel accept guest without Timbuktunesse ID Card. It was big raining at 4am. I walked with a married guy and he brings me to a parking lot at the first floor of his flat. We make out in the elevator for about 10 minutes, from 1-8th floor, up and down, suddenly elevator stop and the lights off.”

“We had no condom of course, so no intercourse, only oral sex. Within minutes, he cum. When we finished, we pressed the elevator button and the lights on. Bing! we can clearly see his sperm all over my mouth and spilled on the wall and floor. We clean up, and went out like nothing happened.”

“Considering that he is married and his wife just somewhere nearby, sleeping at one of the unit inside the building, it was really crazy.”

“First time for me make out in the elevator, with married guy, at the building where he lives with his wife.”

DAMN!

Gue nutup hari itu dengan wajah sumringah. Keisengan gue berbuah hadiah senyuman manis untuk diri sendiri. Dan kesimpulan yang gue dapet :

  • Banyakan orang yang gue kenal, pinter nginggris.
  • Most of them have something new, every, single day.
  • Gue bisa nanya apa saja, dan minta pendapat orang, 15 orang ini adalah yang pertama berada di posisi teratas.
  • Terakhir kali gue bikin sesuatu untuk pertama kali, ya ini. Nanyain orang seperti ini.
  • Banyak cara untuk ngilangin kebosanan. Ponsel cerdas berikut aplikasinya sungguh membantu.

Sebenarnya, premisnya di sini adalah, ngejelasin hal-hal baru, dan menyenangkan, yang gue dapet dari temen-temen LINe gue. Nggak ada alasan gede buat ngerasa bosen di pulau yang di dalam artikel Buzzfeed, kedaftar sebagai 1 dari 12 pulau surga di Indonesia yang harus elu kunjungi.  Masih ada hal dan tempat lain yang bisa gue jelajahi kok. Ada situs cagar budaya berupa kuburan, numpang internet gratis di rumah kenalan, dan seru lagi, bisa ngecengin sepik-sepik bule cakep, sekalian ngasah bahasa Inggris gue yang awut-awutan.

AAAAAA
Seepanjjang… jaaalann… jembataaan. Kita slalu jambak jambakaaaan.

Gue belum bisa bosen sekarang. Pagi kemaren bokap gue nelpon pake Line call, siangnya terus dilanjutin pake WhatsApp call, (Gilak, bokap gue pro. Bisa jadi, doi nggak lama lagi ngajak gue Skype-an) hanya mau mastiin, kelar lebaran haji gue bakal diajak ke kampung halaman buat ngurusuin tanah ama kebon yang nggak kelar-kelar masalahnya itu selama dua minggu. Gue girang bukan kepalang. Tempat tersebut hanya berarti satu nama.

Dimana lagi kalau bukan di Maluku. Ihiiiy!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s