Berburu Oleh-Oleh di Gerai Panglima

Hampir tak ada yang pernah bisa menjawab dengan pasti, kapan awal oleh-oleh itu tercipta, dan menjadi budaya pada kebanyakan masyarakat Indonesia. Walaupun ada beberapa yang tidak keberatan, bahkan justru rajin mengeluarkan sebagian dana untuk menyiapkannya, namun di lain pihak ada juga yang merasa risih karena harus direpotkan dengan tetek bengek bernama oleh-oleh.

Banyak tulisan yang mengulas tentang etiket meminta, menghindari, dan membawa oleh-oleh. Ada juga penelitian kecil-kecilan di dalamnya. Semuanya berujung pada kesimpulan, “Masalah oleh-oleh aja kok ribet banget, sih?“. Dan tanggapan paling umum yang sering kita dapatkan, “Ya… Semuanya tergantung ke diri kita masing-masing, sih. Kalau mau beli dan ngerepotin diri, ya silakan. Kalau males kesana kemari, ya tinggal ngomong.

Tinggal ngomong? Yakin, semudah itu?

Bagaimana jika yang meminta oleh-oleh itu adalah atasan, calon mertua, atau… pasangan?

Sepertinya akan sulit. 🙂

Dan jenis oleh-oleh, yang sering diminta dan menempati urutan teratas, adalah kategori ‘yang bisa dimakan’. Jika Jogja terkenal dengan Bakpia, Medan dengan Bika Ambon-nya, Bali mempunyai Pia dan Brem, Sambal Bu Rudi dari Surabaya, Sirup Markisa khas dari Makassar, Sagu Tumbu yang berasal dari Ambon atau Papua, bahkan Batam pun identik dengan Kek Pisang. Dan di kota Samarinda, selain Amplang, juga terdapat Roti Durian Panglima.

Roti Durian Panglima?

Betul. Sejak terkenal dengan antrean pembeli yang mengular pada trimester akhir tahun 2013, Roti Durian Panglima telah menjadi ikon kuliner di kota Tepian yang sayang untuk dilewatkan sebagai bekal oleh-oleh kepada handai taulan. Bahkan akhir tahun lalu, telah dibuka Gerai Panglima di Komplek Juanda Avenue, Jalan Juanda No.55A, demi mendekatkan diri kepada calon konsumen mereka. Silakan klik alamat ini untuk lebih jelas. Lokasinya yang berada di tengah kota, membuatnya tak sulit untuk dijangkau.

lokasi gerai
Pembeli membutuhkan area parkir. Dan disediakan dengan luasnya.

Tidak hanya itu, Gerai Panglima juga menyediakan beberapa item produk unggulan yang terpajang rapi di rak etalase. Sebut saja aneka Amplang, Lempok Durian, Stik Keju, Lapis Surabaya, Batik Kaltim, Sarung Samarinda Asli, Pisang Bolen, Roti Gembong Kapas, Pie Susu, Bolu Gulung, dan tentu saja, Roti Durian Panglima yang tenar itu.

Pengalaman pertama memasukinya adalah sapaan ramah dari karyawannya. Sementara telinga kita dibuat nyaman dengan alunan musik khas suku Dayak yang diputar dengan bunyi minim melalui pengeras suara. Semburan udara dari pendingin ruangan juga diatur dengan pas, semakin menambah betah untuk melihat dan memilih oleh-oleh.

front desk
Baju seragam mereka unik. Yang dipakai di gambar ini adalah motif Sarung Samarinda. Di lain hari, berbeda (seragam) pula.

Interior ruangan yang sengaja dibuat lega, televisi berukuran sedang yang dipasang di salah satu dinding untuk product display, menjadi nilai tambah tersendiri. Pemajangan makanan pun diatur dengan jeda dan tidak menimbulkan kesan menumpuk sehingga kurang sedap dipandang mata. Tak perlu khawatir bersinggungan badan dengan pelanggan lain, atau bergerombol layaknya sentra oleh-oleh yang selama ini pernah kita kunjungi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Harga yang dikenakan pun terjangkau. Misalnya: cukup dengan seratus ribu rupiah, dua item berbeda Roti Durian dan satu buah Bolu Gulung bisa didapatkan. Untuk yang berada di kota Samarinda, dan ingin mendapatkan layanan pesan antar, bisa menghubungi pusat layanan di nara hubung 0822 2000 2237. Di nomor tersebut, kita juga bisa menanyakan informasi produk, menyampaikan kritik, ide, dan saran.

Lebih lengkapnya, koleksi Roti Durian Panglima bisa dilihat di laman situs ini. Akun media sosialnya pun tersedia. Silakan buka di instagram, twitter, dan facebook. Tak sulit menemukan oleh-oleh Samarinda, apalagi untuk para konsumen yang selalu berhubungan dengan dunia maya dan akrab berdaring ria.

Baiklah, bisa jadi ini adalah keputusan yang tepat, untuk membeli beragam oleh-oleh khas yang diinginkan dalam satu lokasi saja. Tak perlu repot kesana kemari, apalagi menyiapkan rangkaian alasan ketiadaan waktu. Ambilah hati atasan, calon mertua, pasangan atau siapapun yang disayangi dengan oleh-oleh yang bermanfaat. Karena pengalaman mencari dan mendapatkan oleh-oleh tak pernah semenyenangkan ini sebelum hadirnya Gerai Panglima.

Selamat berburu.

P.s:

All the pictures above taken from, here.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s