Thank You, Backpackers!

Kali ini, saya ingin bercerita, sesuai dengan pengalaman pribadi yang terbaru, bagaimana jika seorang pejalan meminta bantuan kepada rekan sesama pejalan lainnya, membuahkan sesuatu yang tidak diduga-duga. Sekaligus peringatan, karena di dalam postingan terdapat banyak sekali foto-foto dengan suasana menggiurkan. Juga sebagai rekor terbanyak, jumlah foto yang terposting dalam satu artikel blog.

Alkisah, pada suatu hari, tepatnya Jum’at, di sore hari…

… banyak teman-teman saya yang terkejut, dan bertanya-tanya, karena saya meminta dokumentasi berupa foto saat mereka sedang berpelesiran. Baik di dalam maupun di luar negeri, baik foto terbaru atau foto lawas andalan mereka, terserah. Yang penting, pada saat itu juga.

Jadi gini, siangnya sepulang sholat Jum’atan, saya dihubungi oleh perwakilan dari perusahaan rokok, untuk datang di acara seleksi menjadi Special Brand Ambassador mereka, di sebuah hotel berbintang. Ada beberapa subculture, yang harus diwakilkan oleh satu orang di sekitar 13 kota terpilih. Salah satunya di Samarinda. Kebetulan, saya sendiri memilih subculture, “Adventure“. Selain di dalamnya ada subculture EDM, Fashion, Visual Arts, Photography, dan Automotive.

Nothing to lose. Beneran. Apalah saya dibandingkan dengan teman-teman di sekeliling saya yang masuk di golongan avonturir cadas, backpackers, atau travelers dengan jam terbang tinggi melintir. Namun, dengan berbekal semangat tinggi, dan kepercayaan diri yang dosisnya ditambah sekian sekian, saya nekat masuk di ruang tanya jawab dengan panitia.

Pertanyaan mereka masih standar, seputaran : “Berapa kali kamu melancong setahun ini?”, “Kamu tergabung di komunitas apa?”, “Samarinda itu apa bagusnya untuk kegiatan berpetualang?”. Untungnya, saya bisa menjawab dengan lugas. Bagian yang paling saya sukai, tentu saja ketika mereka bertanya :”Menurut kamu sendiri, kamu itu keren apa nggak? Kenapa?”

“Saya keren, kalau pilihannya seperti itu. *jemawa* Kenapa? Tak banyak orang yang berprofesi sebagai pendidik di sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, apalagi pria lajang tampan rupawan seperti saya mampu menyisihkan waktunya untuk membahagiakan dirinya dengan jalan-jalan.”

Selesai.

Kemudian, saya ditantang lagi. Mereka ingin tahu, seberapa dekat saya dengan teman-teman saya, khususnya dengan subculture yang diambil. Saya diinstruksikan untuk meminta foto-foto para teman, ketika mereka sedang traveling. Tidak gampang, karena saya harus menghubungi secara pribadi, tidak boleh menggunakan pesan siar, tidak boleh menggunakan media sosial, tidak diizinkan menggunakan screenshot, atau mengambil di web. Selain itu, mereka akan memeriksa obrolan kita untuk meminimalisasi kecurangan. Ditambah, harus mendapatkan minimal 10 foto dalam waktu setengah jam. Grmbl, grmbl.

Detik itu juga, saya mengambil posisi di sudut ruangan, dan mengetik tanpa jeda. Menguhubungi satu demi satu teman-teman yang kemungkinan besar aktif di pesan instan seperti WhatsApp. Karena aplikasi BBM sudah saya hapus seminggu lalu. Dua jempol saya kesetanan bermain di layar sentuh ponsel lebih kurang dua puluh lima menitan. Menghubungi, meminta, menjelaskan, dan mengucapkan terima kasih dengan tulus via tulisan, bukanlah hal yang dibilang mudah.

Dan, inilah mereka yang membantu saya dengan mengim foto-foto jalan-jalannya. Saya mulai urutkan by image achieved aja, ya?

1. Ike Wulandary

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Karena profesinya sebagai Sales Promotion Girl di sebuah merek ponsel android ternama, saya yakin sekali, dia pasti berdekatan dengan gawainya. Di tengah kesibukannya, ia sangat bisa memanfaatkan waktu cutinya untuk bepergian kemanapun ia suka. Pertama kali mengenalnya ketika bersama-sama ke Kepulauan Balabalagan, April tahun lalu. Sejak itu, daftar destinasi yang ia kunjungi ialah ke Bali, Kepulauan Derawan, dan terakhir, ia pergi ke Pantai Marina, kawasan PT Badak, di Bontang, yang notabene, bukanlah area wisata yang bisa didatangi sesukanya oleh khalayak ramai.

Ia mencari suami yang baik budi pekerti. Karena targetnya di tahun ini harus menikah. Didesak oleh orangtuanya. Sikat aja, bro. Jomlo ini.

2. Ratnasari Zakaria

IMG-20160108-WA0010
Rere.

Akrab dipanggil Rere. Memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai asisten bos. Kenal pertama kali seperti Ike, ketika mengunjungi Kepulauan Balabalagan. Aktif di komunitas Nasi Bungkus di Samarinda, dan mulai gemar mengukur indahnya Indonesia, setahun belakangan ini. Perjalanan kedua bersamanya ialah ketika pergi ke Labuan Cermin, Biduk-Biduk bulan Mei tahun kemarin. Terakhir kali ia mengunjungi kawasan Gunung Bromo.

Idem seperti Ike. Mencari jodoh, namun masih menikmati single.

3. David Utomo

IMG-20160108-WA0011

Sebagai salah satu administrator di grup facebook Samarinda Backpackers, penyedia trip ke Kepulauan Balabalagan, karyawan swasta, dan juga pemilik sebuah usaha di bidang pertelekomunikasian (fine, konter pulsa dan aksesori hp), tentu membuat agendanya penuh dengan bermacam kegiatan. Termasuk meladeni hutang pulsa yang tiada habisnya.

Terakhir kali bepergian ke perbatasan Indonesia-Malaysia, dan membuat saya iri karena ia termasuk orang yang sudah menjelajahi seluk beluk pedalaman Pulau Kalimantan. Mendapat gelar Tukang Lelet of the Century, karena kebiasaan mengajak kopi darat, tetapi baru datang, ketika kita semua sudah akan meninggalkan tempat kumpul.

Kabar terakhir, rencana pernikahannya harus ditunda. Memilih calon pasangan hidup yang berhijab. Mudahan samawa, langgeng sampe keriput kisut, ya?

4. David Christian

IMG-20160108-WA0012

Pertama kali mengenalnya langsung, sewaktu diundang ke acara makan-makan medio Natal dan Tahun Baru lalu, sekaligus ada kejutan kecil dari rekan-rekannya di komunitas Balikpapan Backpackers__meskipun rada gagal (dan langsung ngakak begitu ingat momen itu, haha!). Tipe yang menyenangkan sejauh ini.

Dari gambar yang ia kirimkan, mungkin kalian langsung bisa menebak, apa tipe perjalanannya.

5. Phypin Marga

IMG-20160108-WA0013

Sering dibilang sosialitanya backpacker. Bekerja di sebuah Tour and Travel Agent. Gemar meracuni teman-temannya dengan promo maskapai penerbangan demi liburan asyik dengan harga tiket yang luar biasa murah. Inget Pipin, inget tiket murah. Begitu slogannya.

Melancong ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, ataupun Vietnam sudah seperti bolak balik toilet. Jadi, silakan berteman dengannya, dan berkonsultasi lebih lanjut jika ingin mengunjungi negara-negara tersebut. Orangnya menyenangkan.

6. Deny Yang Dulu Ndut

IMG-20160108-WA0015

Salah satu administrator di grup facebook Samarinda Backpackers, namun berdomisili di Balikpapan. Mengejar cintanya yang… *sensor*. Semua pasti punya lah, urusan cinta. Tak perlu dibesar-besarkan. Ya nggak?–Walaupun pernah diledek secara massal ketika acara ulangtahun komunitas Balikpapan Backpackers diadakan di Pantai Tanah Merah, Samboja beberapa waktu lalu. Karena seseorang yang pernah dekat dengannya, hadir di situ juga. #mulaikepo

Memanfaatkan kemampuannya di bidang videografi, dan fotografi ketika menjelajahi kota di luar negeri, mendaki gunung, dan menyelami pantai-pantai indah di Indonesia. Nggak heran, gambar dan video yang selalu diunggahnya ke media sosial selalu bikin kita kelojotan. Worth to friend with him, tho’.

7. Pujianto

IMG-20160108-WA0014

Kegemarannya banyak. Mulai dari bersepeda lintas kota, menyicipi hidangan kuliner, dan mengendarai mobil hingga berjam-jam lamanya. Terakhir kali melakukan perjalanan bersamanya, November lalu. Dan seketika baru tahu, ia belum mahir berenang. Tapi, tak menyurutkan semangatnya untuk ikut serta mengikuti kegilaan yang sering saya buat.

Termasuk tipe pejalan yang mudah memberikan pertolongan, terutama tebengan. Ia juga tak segan untuk menawarkan tumpangan tanpa diminta ketika mengetahui saya ingin bepergian.

Mudah-mudahan ia baca, supaya pujian yang saya lontarkan berdampak akses tumpangan bebas biaya untuk saya, terbuka selebar-lebarnya. #gataumalu

8. Mardianto

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pada dasarnya, ia adalah orang yang kalem. Suka ngopi, dan tertawa untuk hal-hal yang paling garing sekalipun. Profesinya di salah satu perusahaan di bidang pelayaran, dan harus terhubung dengan internet setiap saat, cukup menyulitkan ketika ia ingin bepergian ke suatu tempat.

Mengajak saya untuk menembus perjalanan lebih kurang sembilan jam menuju Melak, Kutai Barat, untuk melihat air terjun Jantur Inar, dan menikmati buah durian, atau melihat kersik luway yang bermekaran.

Tunggu ya, Mas.

9. Noerista Kinanti

IMG-20160108-WA0017

Salah satu administrator grup facebook Balikpapan Backpackers. Orangnya ramai, dan ketika terbahak, kita pasti akan saru membedakan mana tawa lepas atau bahana dari Rita Repulsa. Yang jelas, ketika bertemu dengannya di sebuah Open Trip, saya langsung tahu, ia adalah orang dengan pembawaan living a live mode. Sekarang ini, ia membawa adiknya untuk menikmati keindahan negara Malaysia dan Singapura.

Tuh, kan. Bahagiain adeknya aja segitunya, gimana kalo ia bahagiain kamu… para jomlo pria?

10. Achmad Dwi Sampurna

IMG-20160108-WA0019

Well, people said that he was my bromance. Profesinya sebagai Pegawai Negeri Sipil, juga harus membuatnya mengatur waktu sedetail mungkin ketika ingin berwisata. Sering menebar ranjau cinta kepada wanita dimana-mana, tak memandang usia. Namun pada akhirnya, menjatuhkan pilihan kepada gadis cantik di Pulau Sumatera.

Hal itu pulalah, yang membuat ia nekat untuk menyeberangi pulau demi pulau, menghabiskan jatah cutinya, dan bercengkerama dengan calon mertua di sana. Amboi, asiknya…

Suka dipanggil Dwi Samp. Tau Jo. Apalah-apalah.

11. Dony Arcapada

IMG-20160108-WA0020

Perjalanan pertama dengannya, saya masih ingat sekali. Terombang-ambing di tengah laut, untuk beberapa jam, belum lagi kapal yang kandas. Perjalanan berikutnya, dia jatuh ngegabruk, bruk! Dari jalinan hammock setinggi tiga meter yang dipasang pada pohon kelapa. Gemar membuat dokumentasi dengan menggunakan gawai canggih. Terakhir, ia membeli drone keluaran terbaru demi pengalaman dokumentasi perjalanan wisata yang-diklaim olehnya-tak terlupakan. Iya sih.

Membuka lebar pintu rumahnya untuk sekadar makan-makan, temu kangen, mengambil unduhan film, dan numpang wi-fi gratis. Punya keinginan untuk membuat Open Trip ke Korea, dan Jepang. Mudah-mudahan kesampaian, Mas Dony Drone. 🙂

12. Saipul

IMG-20160108-WA0021

Kerap disebut abang idola, karena temperamen yang kalem, dan mahir bermain gitar. Terakhir kali mendaki Gunung Rinjani bersama kawan-kawannya. Mempunyai usaha persablonan. Karya terbaru yang bisa dilihat adalah di baju yang dikenakan oleh anggota komunitas Samarinda Backpackers.

Lawakan atau guyonan yang sering diucapkan oleh Ipul, nama akrabnya, tergolong garing, menyedihkan, dan hampir punah. Saya sering tertawa sekadarnya untuk membuatnya bahagia. Dan ia termasuk bisa membahagiakan segelintir wanita dengan puisinya, innocent face-nya, dan tentu saja, petikan gitarnya.

13. Tia Julianti

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salah satu gadis cerdas dan pekerja keras yang pernah saya temui. Bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara. Tak pernah takut kulitnya menghitam di bawah paparan matahari di tengah laut. Tak takut juga dengan kedinginan di kawasan ketinggian. Profilnya pernah dipajang di media Kaltim Post. Terakhir kali penjelajahannya yaitu, mengunjungi gunung Semeru, dan Sumbing.

Gemar fotografi, akrab dipanggil Tijul oleh sahabatnya.

14. I Putu Indrawan Astika

IMG-20160108-WA0030

My personal opinion about him : Orang paling menyebalkan, tapi sangat bisa diandalkan. Saya terbantu banyak olehnya. Clear.

15. Freddy Ahmad Effendy

IMG-20160108-WA0032

Pertama kali mengetahuinya, ketika kemping pinggir sungai di Berambai, masih di kawasan Samarinda. Sosok yang menghidupkan suasana, dan juga mendadak teror jika ia menceritakan kisah-kisah horor hasil terawangannya. Gemar mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-temannya dengan rangkaian kolase foto yang dibuatnya.

Orang yang apa adanya. Tak takut untuk menjadi dirinya sendiri. Perjalanan serunya saat awal tahun di Loksado, juga membuahkan cerita menarik.

16. Hazman Dhany

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hallo Paman eh, Oom. 🙂

Belum bertemu secara langsung, tapi dikenal di grup perpesanan instan, sebagai tukang buli profesional, hahaha!

Berdomisili di Pulau Halmahera, sekarang ini. Tepatnya di Buli, Halmahera Tengah. Iya, nama daerahnya memang Buli, kok. Mengirimkan foto-fotonya kepada saya ketika ia sedang berjalan-jalan di Pantai Malifut, Halmahera Utara. Ada pemandangan khas di ditu, yaitu kapal karam tak jauh dari tepi pantai. BIsa saja tuh, menjadi wahana wreck diving untuk para penyelam dengan sertifikasi khusus untuk itu.

Semoga kita akan semakin akrab ya, Oom Bonz? 😀

17. Fakhruddin

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Saya justru mengenalnya lebih dekat ketika bersama satu mobil menuju Balikpapan, sebelum esoknya saya harus bertolak menuju Banjarmasin, akhir tahun kemarin. Tipe pejalan yang senang mengeksplorasi wisata sejarah, ketimbang mengunjungi pantai dan gunung. Menyukai buku-buku psikologi dan motivasi daripada tebaran buku fiksi. Dan ringan tangan kepada orang-orang di dekatnya.

Oh, iya. Ia adalah satu-satunya rekan yang mengirimkan foto melalui surel, karena aplikasi WhatsApp-nya terganggu, dan tidak bisa mengirimkan gambar apapun.

18. Muhammad Fadly

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Si penghabis kuota.

Gelar ini saya sematkan untuk orang ini, ketika saya hanya meminta sebuah foto, tapi ia justru tanpa ampun membanjiri kotak masuk saya dengan koleksi puluhan foto yang memesona. Kuota data internet pun terkuras banyak. Tapi tak mengapa, saya anggap ini adalah semacam kado indah yang dikhususkan untuk saya.

Gambar-gambarnya bagus, bukan?  Dengan senjatanya berupa kamera jarak jauh, membuat pemandangan yang berhasil ia tangkap, terlihat semakin sempurna. Sekali lagi, makasih Dopey… 😀

—- S E K I A N —-

Secara khusus, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka, yang diantara kesibukannya, mau mengubek-ubek file di ponsel, atau komputer, demi mengirimkan fotonya, tanpa tahu gunanya untuk apa, selain informasi yang saya berikan, yaitu saya diberikan tantangan. Memang indah tumpah ruah jika kamu berteman dengan para pejalan seperti kami-kami ini.

Dan atas bantuan mereka-mereka juga, tengah malamnya, saya dihubungi lagi, dan diberitahu bahwa saya berhasil masuk sebagai finalis Special Brand Ambassador dengan subculture ‘Adventure’ untuk kota Samarinda. Diundang untuk datang mengikuti On Boarding Training di Bogor, pada minggu terakhir bulan ini. Bebas biaya.

Kapan lagi, kamu bisa menyalurkan hobi sekaligus, uhuk! Dibayar? 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s