#SOUNDRENALINE 2015, Jackpot! (Part II-Final)

Dua bulan sudah Soundrenaline, event yang diselenggarakan oleh A Mild ini berlalu, namun hingga sekarang, saya masih bisa membayangkan degup jantung ini terhentak, demi melihat karya anak bangsa yang dibalut dengan tatanan super megah. Mulai dari lokasi, pengaturan engadgement, hingga puluhan pengisi acaranya.

Tim dari Kalimantan Timur
Tim dari Kalimantan Timur

Soundrenaline ke 13, dan mengusung tema “Change The Ordinary” ini mengambil tempat di Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Bali. Selama dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 5 dan 6 September 2015. Menghadirkan musisi ‘lembut’ dari Raisa, RAN, Tulus, Marcello Tahitoe, SORE, Dialog Dini Hari, Mocca, hingga yang beraliran ‘keras’ semacam The S.I.G.I.T, Seringai, Burgerkill, Koil, hingga Saint Locco. Tidak lupa, barisan band 90-an seperti Base Jam plus Sigit dan Adnil, Sheila on 7, Dewa 19 (Ari LAsso and Tyo Nugros are included!), GIGI, turut hadir di sana. Belum cukup, DJ Dipha Barus, DJ Naro, DJ Yasmin, dan DJ anton, serta penampilan Wolfmother, sukses membuat penonton segan untuk beranjak dari lokasi acara.

Bagaimana tidak? Selama acara dua hari berturut-turut, empat panggung besar yang terdiri dari A Stage, Go A Head Stage, Welcoming Stage, dan Amphitheater Stage diisi dengan rentetan musisi dengan genre yang berbeda-beda.

Belum lagi beragam hiburan yang disediakan oleh pihak panitia. TBH, saya sempat berpikir akan bisa santai dan rehat di tempat-tempat yang telah disediakan, seperti Musholla, atau berfoto sejenak di patung ikonik Garuda Wisnu Kencana. Namun ternyata, permainan All Eyes On A, Cyclight, Walk On Water, lebih mampu menghipnotis saya.

Sudah cukup? Belum. Antrean mengular di stand Tee-Splash!

Jam 3 sore...
Jam 3 sore…

Sejam kemudian…

Saya tak sempat mengantre.
Saya tak sempat mengantre.

.

Begitu juga dengan Walk On Water…

Walk On Water

.

Jalan dikit, nemu Rabbit Hole

Rabbit Hole

.

Mau narsisan gayaan kayak anak-anak band biar dibilang kekinian, sok atuh, mangga…

Rockstar Photo Stage

.

Mau nyorat-nyoret pake cat semprot, ada tempatnya.

Abdi Love Eneng...
Abdi Love Eneng…

Dan ini…

Ada yang dapet hape, ada yang dapet powerbank, ada yang dapet... sorakan.
Ada yang dapet hape, ada yang dapet powerbank, ada yang dapet… sorakan.

.

.

.

.

AWAL MULA CERITA

Tiga bulan lalu,

Pada suatu malam,

Di sebuah keramaian,

Saya bersama dengan dua orang teman,

____________________________________*dan nggak kelar-kelar*

… menghadiri konser Road To Soundrenaline di GOR Sempaja Samarinda. Di sana akan ada penampilan dari Shaggydog dan juga Steven and Coconut Trees. Nggak banyak berharap, karena yang namanya hiburan gratis di Samarinda itu berarti akan sangat ramai dan sesak. Mimpi untuk bergoyang reggae dan melompat-lompat di barisan terdepan harus dikubur dalam-dalam. Emang situ mau berhadapan dengan anak-anak komunitas motor? Atau berdesakan dengan anak-anak ‘rusuh’ lain? Belum lagi rombongan fanatik yang harus selalu ada di setiap konser di tempat terbuka semacam Slankers. Mending balik badan teratur.

Pilihan pun jatuh untuk melipir ke booth-booth yang berada di sisi kanan panggung. Saya dan kedua teman menjajal satu demi satu. Terakhir, ada Brand Presenter yang menawarkan untuk mencoba games berhadiah ke Bali. Karena tujuan awalnya memang untuk bersenang-senang, saya pun mengiyakan. Prosesnya mudah, saya hanya dihadapkan pada cuplikan video berdurasi lebih kurang dua menit, menjawab tiga pertanyaan seputar Soundrenaline, dan berfoto unik. Setelah semuanya selesai, saya hanya diberitahu, jika pemenang nanti akan diumumkan oleh pembawa acara di panggung.

Selanjutnya, saya menghabiskan waktu mendengarkan dan berjingkrak sekadarnya dari kejauhan. Waktu pun beranjak ke pukul sebelas malam, saya memutuskan untuk pulang. Begitu akan meninggalkan keramaian, tiba-tiba dua MC di atas panggung mengumumkan, “… Dan, pemenang yang berhak, untuk menyaksikan langsung, Soundrenaline 2015, adalah… *drum role*… TONI…. SITANIA!!!…”

Layar di sisi kiri dan kanan panggung, menampilkan foto saya.

The Luckiest Bastard, who incredibly going to Bali next month.

…………………………………………….

Bali. Soundrenaline. For free. Siapa yang tak senang?

Masih berasa ndak percaya
Masih tak percaya pegang tiket ini, uwooohhh….

.

.

.

KEMBALI KE CERITA SEMULA, DI GARUDA WISNU KENCANA

Pemilihan area konser di Taman Budaya GWK sudah tepat. Area parkir yang luas, menjadi poin penting untuk para pengunjung yang seringkali kesulitan meletakkan kendaraan dengan rapi, aman, dan akses mudah.

IMG_4401
Hotter than I thought!

Acaranya sendiri dimulai pukul 3 sore. Dari area parkir di atas, para pengunjung harus berjalan kaki sekitar dua ratus meter menuju venue. Para penonton sebelumnya, diarahkan untuk memasuki loket tiket, untuk mendapatkan karcis, gelang, dan buku panduan. Saya sendiri mendapatkan dua kupon Food and Beverage senilai 50ribu rupiah yang bisa ditukar di mobile minimarke.

Panitianya sendiri seabrek-abrek jumlahnya. Untuk keamanan dan kenyamanan, tampaknya pihak penyeleggara tidak main-main. Mengingat line-up yang tampil nanti, berpotensi untuk mendatangkan ribuan orang. Aparat kepolisian dibantu dengan pecalang (Pamong Praja-nya Bali), tersebar di beberapa titik.

Pada buku panduan yang diberikan, ada venue map yang bisa kita lihat sewaktu-waktu, apabila kita ingin menuju ke tempat seperti toilet dan mushola, tempat penjualan official merchandise, dan  wahan permainan. Ada juga larangan seperti membawa obat-obatan terlarang, makanan dan minuman (FYI, semua air kemasan dalam botol akan dituang ke dalam plastik kiloan sebelum memasuki area konser, oleh para penjaga pintu masuk), Laser Pen, Video Kamera/Alat Perekam Pro, Senjata Tajam, dan Bahan Peledak.

Waktu menunjukkan pukul empat sore, ketika saya benar-benar berada di dalam. Sengaja menjauhkan diri dari rombongan, karena ingin mengambil gambar di seluruh titik acara, bersama seorang teman yang ikut dalam perjalanan kali ini.

IMG_4453
Alfian Meidianoor, Editor in Chief-nya undas.co

 

Penampilan dari Bintang, Lolot, Mom Called Killer, Parau, di A Stage dan Go A Head Stage kita lewati demi menonton SORE di Amphitheater Stage. Padahal sebelum mereka, telah lebih dulu hadir Dialog Dini Hari. Oke bro, duduk yang tenang, awal yang baik.

IMG_4460
Selalu bagus. As always.

Tanpa ampun, saya seperti dipaksa tetap di tempat, karena ada penampilan dari Andien sesudah jeda sholat Maghrib. Bagaimana dengan panggung yang lain? Ternyata Marcello Tahitoe, Naif, dan /rif, The Sidhartas J-Rocks, dan The S.I.G.I.T. akan bermain di panggung yang berbeda, namun dengan waktu yang hampir bersamaan.

IMG_4461
Bersiap…

IMG_4538
Setlist dari Andien yang berhasil diambil Alfian.

Kelar menonton Andien yang bikin puas, kami berdua beranjak ke luar. Siap untuk menonton musisi yang lain. FYI, luas Taman Budaya GWK gak main-main, kekuatan membelah diri amat dibutuhkan pada saat itu. Karena masing-masing musisi menampilkan performa terbaik mereka saat itu. Solusinya, berlarian dari area satu ke area yang lain, berdesakan dengan ratusan penonton yang tumpah ruah pada malam hari.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah menonton penampilan NAIF, saya kebingungan. Keadaan menjadi chaos. Dalam artian, pada saat itu yang terpikirkan hanya, “INI MAU PILIH YANG MANA, TINGGALIN YANG MANA, CUK?” Jangankan untuk mengambil foto para artis yang tampil, untuk mengganjal perut yang lapar pun tak terpikirkan. Karena sesuai dengan event rundown, akan tampil Dewa 19 ft Ari LAsso dan Tyo Nugros di A Stage. Sementara di Go A Head Stage tercantum nama  Seringai, Burgerkill, NTRL (Netral), Jamrud. Dan di area Welcoming Stage masih tersisa Suicidal Sinatra, Revelation, Leonardo and HIs Impeccable Six, dan Base Jam Reunion. Semuanya dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan semuanya pantang untuk dilewatin!

Event edhyan!

Akhirnya, sekitar jam 9 malam, saya dan Alfian memutuskan untuk split. Berpencar. Saya akan menonton Raisa di Amphitheater Stage. Ini demi permohonan teman saya untuk merekam penyanyi yang tenar dengan lagu Mantan Terindah ini dalam jarak dekat. Baiklah.

Tapi apa yang terjadi? Antrian pada pintu masuk di Amphitheater Stage menggila kadarnya. Penonton yang berjubelan setelah penampilan dari RAN, tidak ada tanda-tanda mau keluar. Mereka memilih marathon untuk menonton Raisa. Hell yeah, Raisa!

IMG_4608
Untuuung saya sudah duduk di depan panggung. Untuuuuung.
IMG_4699
Tuh, kan… Saya tepat di depan panggung.

Setelah kelar menonton dan merekam video tepat di depan panggung di mana Raisa tampil lebih kurang satu jam, lapar sudah menggerogoti. Saya hanya punya waktu tak lebih dari setengah jam untuk kembali mengisi ulang tenaga saya, sebelum jam setengah 11, ada penampilan dari DJ Patricia ft Ello, Ridho & Tyo Nugros, DJ Dipha Barus, dan DJ Naro. Exhausted, people.

Belum lima menit saya menikmati makan malam, tiba-tiba saya mendengar intro lagu yang khas milik sebuah band fenomenal. Tengnongnegnongneg duuuuum… Itu milik DEWA 19! Sial. Bagimana saya bisa melewatkannya?

Makan malam berupa burger yang dipanaskan, harus saya telan bulat-bulat sembari berlari kencang ke arah A Stage. Sementara penonton sudah membludak melampaui batas area venue. Kamera tak sempat saya nyalakan, apalagi harus mengabadikan band yang saat itu tampil bersama dengan dua bekas personelnya. Tyo Nugros dan Ari Lasso. Tak sampai sepuluh menit, saya berhasil merangsek ke barisan paling tengah dan larut menyanyikan hits single semacam ‘Kangen’, ‘Roman Picisan’, dan ‘Sedang Ingin Bercinta’.

Nostalgia saya benar-benar terobati malam itu.

Belum selesai rasa capek sebadan-badan, dengan jeda sekitar sepuluh menitan, ternyata musik EDM sudah menghentak terlebih dulu. Ini pertanda bahwa para DJ akan tampil sebagai penutup malam ini. Lebih gilanya lagi, NTRL dan Jamrud sudah mencuri start terlebih dulu di Go A Head Stage. Di panggung sebelah. Hayati minta ampun, baaaaang…

Pilihan pun dipilih, saya tetap berada di panggung sekarang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setengah puas jejingkrakan, karena satu jam sebelum acara berakhir, ternyata banyak anggota rombongan yang kelelahan dan harus kembali ke hotel di bilangan Legian. But, as a personal, saya sangat puas dengan gelaran malam ini.

Day 1, Clear.

_____________________________________________________

Day 2, Hello.

Kemacetan brutal yang terjadi pada hari Minggu di Bali membuat saya dengan sangat berat hati melewatkan penampilan Joni Agung, DJ Anton, DJ Yasmin, Trojan, Saint Locco, Deadsquad, Koil, Mocca, dan White Shoes & The Couples Company. Apalagi kalau bukan karena terjebak di antara kendaraan yang tersendat di Uluwatu. Belum lagi antrean yang memasuki Taman Budaya GWK. *(^&^$%$#@(&&%!

Akhirnya, begitu memasuki venue, saya puas menikmati tontonan berbalut laser hasil dari NEV (Nidji Electronic Version), dan Andra and The Backbone. Dongkolnya, ternyata saya juga melewati Maliq & D’Essentials.

Makan malam dan istirahat sejenak bisa saya nikmati dengan tenang saat itu di area Food Hall, karena yang tampil adalah KOTAK, Tulus, Shaggydog, dan Endank Soekamti. Saya bukan tidak suka dengan penampilan mereka, tapi lebih menghemat tenaga untuk melompat kegirangan dengan band yang menemani masa remaja saya. Mereka adalah,

Sheila On 7, GIGI, dan Slank. Muahahaha!!!

Saya tidak tahu harus memulai dari mana, ketika ketiga musisi yang saya tunggu, ternyata (lagi-lagi) harus tampil di panggung yang berbeda, walaupun berdekatan. Tapi bukan penggemar yang baik, kalau tidak bisa mengakali hal tersebut.

Diantara riuh penonton yang asyik berteriak dan bernyanyi, semburan air dari mobil pemadam kebakaran, drone-drone yang melayang mengabadikan setiap pergerakan massa, saya berlari-lari dari A Stage ke Go A Head Stage, menikmati setiap alunan alat musik yang memekakkan telinga. Apalagi ketika single ‘Melompat Lebih Tinggi’, ‘ milik Duta cs mampu membuat pijakan bergoyang, buatan hasil lompatan ribuan orang.

Sementara itu, GIGI pun membuat panas suasana dengan single-single andalan mereka yang pernah hits. Suara saya pun hampir menghilang saat mengikuti mereka menyanyikan ‘Ya, Ya, Ya’. Dan lagi-lagi, saya menjagokan Armand Maulana sebagai The Best Stage Performance malam itu. Blocking panggung, suara yang konstan di usianya yang tak lagi muda, benar-benar kombinasi ajib.

Saya berlari seperti keping karambol saat itu. Tumbler berisi air minuman pun harus saya isi berkali-kali karena tak mau dehidrasi. Yang penting terbayar lelah saya dengan melihat secara langsung pertunjukan dua musisi tadi.

Keinginan saya untuk berisitirahat belum bisa disetujui oleh keadaan. Karena, begitu Sheila on 7 menyanyikan lagu terakhirnya, para pembawa acara mengumumkan sebentar lagi akan ada Slank, dan ditutup dengan Wolfmother. Whoaaaaa!!

Sepertinya, semua kalangan penikmat musik tak perlu diceritakan lagi, bagaimana jika para Slankers berkumpul dan membuat wave mereka sendiri. Mobil pemadam kebakaran pun harus ekstra menyemprotkan air berkali-kali kepada lautan manusia dengan frekuensi yang semakin dekat. Celotehan Kaka dan Bimbim di atas panggung bagai ceramah sang guru, menghipnotis siapapun yang mendengarnya.

Kali ini, kamera saya tak mampu menangkap raut wajah, keadaan bawah panggung, atau hingar bingarnya. Ini adalah konser yang sebenarnya. Mengabadikan dengan gawai justru merusak momen yang ada. Tak salah, jika pihak Sampoerna A Mild mengklaim, rangkaian acara musik yang mereka buat, sesuai dengan slogannya, The Indonesian Biggest Music Festival.Untuk para pecinta musik, ini adalah event yang harus kamu datangi, paling tidak sekali seumur hidup.

Karena ini adalah acara yang pantas untuk diceritakan. Lagi dan lagi.

Dalam perjalanan pulang, tak sadar saya menitikkan air mata di dalam mobil yang mengatarkan pulang ke hotel. Kesempatan menonton Soundrenaline adalah tiket yang diperebutkan ratusan orang dari Kalimantan Timur. Sementara saya dengan mudahnya mendapat tiket emas ke sini. Semudah menjentikkan tangan, dan mengucap alakazam.

Konsep yang diusung Event Organizer juga membuktikan, acara ini benar-benar bukan main, dan bukan main-main. Pemilihan tempat dan lokasi, ‘perintilan-perintilan’ yang catchy, hingga pemanis acara, sanggup membuat iri para kompetitornya. Untuk sekelas dalam negeri, saya berani bertaruh untuk ini.

Oiya, saya juga berterima kasih kepada Mas Hagi, yang tak bosan-bosannya mengirimkan sms untuk saya agar berfoto bersama dengan para artis yang akan tampil. Secara saya adalah pemenang Road To Soundrenaline, ini adalah keistimewaan utamanya. Namun saya abaikan. Line-Up seperti Kotak, Sheila On 7, J-Rocks, tak mampu mengganti momen ketika saya sedang melihat pertunjukan musik secara live. Hehehe. Namun ada yang secara tak sengaja,

Mas Heru baek banget, ternyata.
Mas Heru ramah banget, ternyata. Gak beringas. Ehehe.

Baiklah, saya tutup postingan saya mengenai Soundrenaline kali ini. Tentunya masih banyak yang masih menggantung untuk kembali diceritakan. Tapi akan saya simpan sebagai bahan perbandingan, karena siapa tahu, saya akan berkesempatan untuk menikmati Soundrenaline tahun mendatang. Keberuntungan kita berbeda-beda, bukan?

Salam.

Eh, ada hadiah untuk kamu penggemar Raisa. Sila contek di bawah postingan ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

All Eyes On A : Fokuskan mata ke satu titik yang ditentukan dalam beberapa saat, lo bakal berkesempatan memiliki berbagai gadget keluaran terbaru. FYI, we’re not making it easy.

Tee-Splash! : Ekspresikan sisi kreatif lo dengan teknik splashing memakai colorful paint di sebuah t-shirt. Be creative, dan pamerkan The T-Shirt kreasi lo ke teman-teman.

Rockstar Photo Stage : Di booth ini, lo bisa beraksi seolah-olah menjadi salah satu performer Soundrenaline lalu aksi lo diabadikan dalam poster keren.

Hydrodip : Lo berkesempatan memliki berbagai barang unik yang dicat khusus menggunakan teknik hydro dipping. Ada casing ponsel, kacamata, atau multipurpose case. lo juga bisa mewarnai barang koleksi pribadi elo yang lainnya.

Rabbit Hole : Foto aksi keren lo di sebuah studio mini musik berbagai genre. Mini in size, maximal in coolness.

Cyclight : Aj ak teman-teman untuk seru-seruan di atas sepeda untuk menghasilkan listrik yang bisa menyalakan berbagai multimedia artwork.

Walk On Water : Mau merasakan serunya berjalan di atas air? Coba mampir ke booth Walk On Water. lo bisa merasakan pengalaman berjalan atau beraktivitas lain di atas air, sekaligus diabadikan dalam bentuk foto dan video.

  • Untuk Ivantino Rossi, dan kamu yang menyukai Raisa.
Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s