[TERIOS] SURAT DARI NUSA KENCANA

Hai, Fen…

Bagaimana keadaanmu? Sibukkah kamu dengan geliat aktifitas (aelah!) di ibukota sana? Kabar terakhir yang kubaca dari kicauan di linimasa media sosial, kamu sekarang menikmati hobi membuat beraneka macam aksesori dari manik-manik. Wah, pasti menarik, tuh. Bikinin aku satu, dong!

Ah iya! *tepok jidat*, aku masih ingat, bulan lalu aku menjanjikanmu untuk mengirimkan manik-manik khas dari Kalimantan, bukan? Dan mungkin karena kesibukan juga, hingga hampir terlupa, bagaimana jika permintaan maafku disampaikan dengan mengirimkan gelang unik seperti ini?

IMG-20150822-00637
Gelang Manik Desa Pampang. Dok : Pribadi

Itu adalah gelang pemberian sekaligus cinderamata untuk para wisatawan yang mengunjungi Desa Pampang. Letaknya lebih kurang 24 kilometer dari pusat kota Samarinda, tepatnya di Kelurahan Sungai Siring. Bisa ditempuh kok, dengan menggunakan motor atau mobil selama setengah jam dengan kecepatan sedang. Karena aku tidak suka kebut-kebutan.

Nah, di desa tersebut didiami oleh suku Dayak Kenyah dan Apokayan. Pada tahun 1991, dicanangkan sekaligus diresmikan sebagai Desa Budaya oleh Gubernur yang menjabat saat itu, Bpk. HM. Ardan. Dan setiap hari Minggunya, tepat pukul 2 siang sampai selesai, ada pertunjukan wisata yang berisi belasan tarian indah dan diiringi Sampeq, alat musik petik khas suku Dayak, di sebuah rumah adat yang bernama Lamin. Seru, kan?

Aku bahkan ikut menari saat tarian Pampaga berlangsung. Itu adalah tarian dengan menggunakan enam batang bambu terus dikeprok-keprok di atas lantai sesuai irama, kemudian ada yang melompat-lompat di atasnya, dan semakin lama semakin cepat. Sepintas mirip dengan Tarian Gaba-Gaba asal Maluku. Ya terang aja, aku dan beberapa penonton yang mencobanya, merasa takut terjepit ketika keprokannya semakin menjadi-jadi. Setelah itu, aku malah terpingkal-pingkal melihat tampang anehku sendiri melalui rekaman yang sempat diabadikan oleh seorang teman. Hahaha!

Terakhir, sekalian bikin iri kamu, deh. Ini fotoku yang kuambil dengan salah satu Ibu, atau Nenek kali, ya? Beliau adalah salah satu penduduk asli suku Dayak. Iya… yang telinganya dihiasi dengan banyak anting itu.

Sama-sama manis, bukan?
Sama-sama manis, kalok? Doc: Pribadi

Makanya, ambil cutimu segera Fen, datanglah ke sini. Main-main hore kita. Lagian, banyak kok wisata alam yang belum terlalu ramai. Seperti tempat yang aku datangi Desember tahun lalu. Namanya Kandangan. Letaknya di Kalimantan Selatan.

Selamat Datang, Di Kota Ketupat!
Selamat Datang, Di Kota Ketupat!

Secara waktu itu lagi mati gaya pas akhir tahun, pengen liburan namun duit pas-pasan, akhirnya, setelah menimbang dengan tepat, ke Banjarmasin adalah pilihan paling baik. Yasudah, akhirnya aku berangkat menggunakan bis. Sebenarnya sih, sudah diwanti-wanti, karena perjalanan akan memakan waktu lebih kurang 18 jam. Bantet deh, bokongku di kursi penumpang. Tapi demi melihat kota yang terkenal dengan pasar terapung, ya nekat aja.

Apa dikata rejeki anak soleh, ditolak mah pamali, hehehe! Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada pesan masuk, yang isinya ajakan dari teman untuk mengikuti Festival Rakit Bambu Loksado, atau disebut Balanting Paring dalam bahasa lokal. Diselenggarakan di Kandangan. Wuiizzz, nggak pake mikir panjang, aku langsung mengiyakan. Kamu pasti akan melakukan hal yang sama, Fen. Beneran.

Bagaimana tidak menyenangkan? Setelah tiba di sana, aku dan teman-temanku langsung berburu makanan khasnya. Apalagi kalau bukan ketupat, terus dodol, terus lemang, terus durian segede telur naganya Daenerys Stormborn from The House of Targeryen, Khaleesi of Dothraki, Mother of The Dragons…. Stop.

Kamu suka durian, gak? Di sini duriannya murah meriah bikin sumringah. Sumpah.

Gedenya, gak kira-kira nih durian. Kandangan punya!
Gedenya, gak kira-kira nih durian. Kandangan punya!

Acara Festival Rakit Bambu diselenggarakan selama tiga hari, Fen. Nggak terlalu menyita waktumu. Diisi dengan acara-acara oke. Salah satunya adalah Tari Bakanjar dan Babangsai. Nah, secara aku ini doyan banget jejogetan, aku ikut juga nari-nati di sini. Tarian ini berasal dari suku Dayak yang menganut kepercayaan Kaharingan. Biasanya digelar untuk acara selamatan. Gitu, Fen.

Ikut Nari, yuk?
Ikut Nari, yuk? Doc: Pribadi

Kalau saja kamu ada di sini, Fen, kamu pasti akan tekajut, itu istilah orang Banjar untuk mengatakan kaget. Soalnya, sebelum acara nari bareng, ada semacam ritual membetot leher ayam sampai putus, dan menelan darah segar yang mengucur dari leher si ayam itu. Yang ngelakuin prosesi seperti itu ya, pasti ketua adat atau para Damang, yaitu pemimpin balai-balai yang ada di Meratus.

Pasti kamu akan bertanya, balai-balai itu apa? Iya, kan? Ngaku aja deh. Ini nih, yang namanya balai, atau rumah. Hanya saja, rumah ini bisa menampung hingga 20 kepala keluarga, sangking luasnya. Kamu bisa tuh, naroh bunga-bunga dan tanaman hiasmu di dalam sini, Fen. Nggak perlu takut diinjek Kucing, atau digragas Kambing.

Ciyeee... Nungguin siapa, tuh?
Ciyeee… Nungguin siapa, tuh? Doc: Pribadi
Si Manis ngangkat Kayumanis.
Si Manis ngangkat Kayumanis. Doc: Pribadi
Berapa jumlah alas kaki di belakangku?
Berapa jumlah alas kaki di belakangku? Doc: Pribadi

Suku yang mendiami daerah sekitar sini, namanya Suku Dayak Meratus. Ada juga Dayak Mandam, Dayak Cantung, dan banyak lagi. Nggak nyesel, kalau kamu kuajak ke sini, Fen. Seperti di bawah ini, kapan lagi kamu bisa menyusuri sungai Amandit, yang berkilo-kilometer jauhnya, dengan menggunakan rakit bambu? Ini juga adalah acara puncak yang ditunggu-tunggu oleh peserta.

Sayang, hanya beberapa orang yang beruntung saja yang bisa menikmatinya, karena mendadak hujan deras, dan debit air sungai pun meluap. Acaranya pun diganti dengan arung jeram. Mudah-mudahan tahun ini aku bisa ke sana lagi. Karena kata Dinas Pariwisata setempat, acaranya akan dimajukan, demi menghindari musim penghujan.

Yippie! Balanting Paring
Yippie! Balanting Paring. Doc:Pribadi

Selesai dari Festival Rakit Bambu, aku diajak oleh seorang kenalan baru untuk mengunjungi rumahnya di daerah Kalimantan Tengah, tepatnya di Kapuas. Tau kan jawabanku? Mana mungkinlah, aku menolak tawaran ini. Menggunakan sepeda motor, pula. Tambah girang hatiku.

Mumpung Fen, mumpung. *nyengir*

Buah Kasturi
Buah Kasturi. Doc:Pribadi

Di rumah kenalan baruku, namanya Bang Haris, aku baru itu mengenal buah Kasturi. Dan memang benar, bentuknya seperti buah Mangga mini, serta harum sekali aromanya. Selain itu, aku mencicipi Kelakai, semacam keripik yang terbuat dari tanaman paku-pakuan. Soal makanan, aku jagonya Fen. Hanya saja beratku nggak nambah-nambah, walau porsi setiap makan nggak pernah tertakar centongan.

Sebenarnya ingin sekali ke Palangkaraya, sewaktu di Kalimantan Tengah saat itu, Fen. Cuma belum sempat untuk menyiapkan duit lebih. Soalnya, ada Taman Nasional Sebangau, kawasan pelestarian alam yang masih asri. Saking alaminya, tempat itu juga merupakan salah satu rumah bagi Orangutan.

Gapapa deh, belum rejeki. Mungkin kali lain bisa ke sana, patungan biaya bareng teman-teman backpacker lokal di sini.

Ngomongin backpacker lokal, ternyata ada beberapa di antaranya yang belum pernah ke Pulau Derawan. Nah, aku justru pernah ke sana, sewaktu masih tinggal di Maluku Utara. Hebat, kan? Aku malah pernah membuat blog untuk perjalananku ke sana. Bonusnya, aku akan diterima dengan senang hati oleh salah satu pemilik tour, bahkan dibebasbiayakan, alias digratisin untuk menikmati Hopping Island. Karena nama beliau kucantumin di blogku.

Jadi gini, Fen…

Derawan itu satu dari beberapa pulau yang ada di Kepulauan Derawan. Hopping Island yang tadi sempat aku maksud adalah kegiatan menjelajah atau menyusuri beberapa pulau. Yang pertama, ada Pulau Sangalaki. Di sini ada tempat penangkaran Tukik, atau bayi Penyu.

Kemudian ada Pulau Kakaban. Please Fen, jangan iri (lagi) lihat gambar di bawah ya?

Ubur-Uburku... Ubur-Uburku...
Ubur-Uburku… Ubur-Uburku… Doc:Pribadi

Kapan lagi bisa berenang di antara ratusan, bahkan ribuan ubur-ubur yang imut, dan nggak ada sengatnya sama sekali seperti ini? Ini ada di Pulau Kakaban.

Yang terakhir, adalah… Jeng! jeng!

MARATUA!

Berleha-leha di Maratua
Berleha-leha di Maratua Paradise Resort. Doc: Pribadi
Perfect Turquoise
Perfect Turquoise. Doc: Pribadi

Dari sini Fen, kamu bisa melihat Manta Ray bersama teman-temannya. Kamu bisa melihat Penyu berenang pelan. Keindahan laut berwarna biru turkoa sempurna di seluruh Pulau Kalimantan, sepertinya terkumpul semua di Maratua.

So, udah ngerencanain cuti liburan belum? Akhir tahun bisa jadi pengalaman menyenangkan buat kita berdua nanti, Fen. Kalimantan itu seperti nggak ada cukup waktu untuk dijelajahi. Kelewat luas. Juga kelewat indah. Menyusuri dengan sahabat dari luar daerah seperti kamu tentu mengasyikkan, Fen. Rela deh, disewa buat jadi guide atau travelmate selama kamu berada di Kalimantan. Nanti menjelajahinya pakai mobil. Kalau bisa mobil jenis SUV. Supaya temanku dan temanmu, bisa ikutan. Supaya murah, sekalian patungan. #teuteup #gamaurugi

Aku sih, bakal milih New Daihatsu Terios. Cocok banget untuk orang berjiwa muda, suka berpetualang. Tampilannya lebih sporty dan stylish. Terus, disertai fitur yang lengkap soal keamanan dan kenyamanan. Makin asoy deh, acara jelajah pulaunya.

Me Want It!
Me Want It! Doc: Google Image

Dengerin lagu-lagu keren sepanjang perjalanan juga semakin dimudahkan dengan pengaturan audio control yang nancep di setir. Nggak perlu pencet sana tengok sini pas lagi nyupir, kayak mobil biasa. Mau berhenti beristirahat keluar mobil nyari makan atau toilet di tengah jalan, nggak harus nyusahi penumpang di baris kedua, karena ada fitur One Touch Tumble pada bangkunya. Kelebihan fitur keamanan yang lain seperti Immobilizer, Side Impact Beam, Window Jam Protection, sepertinya mengerti sekali akan kebutuhan orang yang pengen jalan panjang, dan dalam waktu lama, melalui darat.

Semuanya kalo menurut aku sih, kembali ke keamanan dan kenyamanan, Fen. Kamu pasti nggak mau, perjalanan panjang belasan jam nantinya jadi nggak asyik, gara-gara mobilnya hobi ngambekan, ngadat di tengah jalan. Atau saking nggak nyamannya, kamu malah jadi tobat, nggak mau jalan bareng.

Makanya, pillih New Daihatsu Terios aja, buat tumpangan kita nanti, oke? Udah terbukti kok, jadi mobil yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh pengunjung di acara Gaikindo Motor Show kemaren.

Pokoknya aku menanti kedatanganmu di sini, Fen… Sengaja aku menghubungi lewat tulisan ini, agar kamu tau, bahwa aku juga ingin sekali menunjukkan, bahwa di tempatku sekarang, di Kalimantan, Indonesia bisa terlihat jauh lebih indah. Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah ruah. Juga, hewan yang hampir punah. Sebut saja, Orangutan, Burung Enggang, Beruang Madu, Bekantan, Penyu, Manta, dan Pesut Mahakam.

Masih ada juga, Danau Dua Rasa di Labuan Cermin, Berau. Hanya ada di beberapa tempat di dunia. Aku bangga, Kalimantan memilikinya.

Doing Bow Pose on Labuan Cermin Dock
Doing Bow Pose at Labuan Cermin Lake Dock. Doc: Pribadi

Ada pula hutan pinus. Segarnya aroma pembersih lantai pun bisa tercium dari sini, Fen…

Hammockan!
Hammockan di Pantai Tanamera, Samboja. Doc:OmRud

Ada Masjid termegah dan terbesar, ketiga di Asia Tenggara.

Masjid Baitul Mutaqien
Masjid Baitul Mutaqien/Islamic Centre. Doc : MasDon

Ada pulau yang pasirnya, mirip butiran beras…

Beras Basah Island
Beras Basah Island, Bontang. Doc:Pribadi

Menikmati semilir angin di bawah jejeran pohon Kelapa…

Is this, Hollywood?
Is this, Hollywood? No, but Biduk-Biduk. Doc:Pribadi

Hingga bukit batu karst yang tersebar…

Sang Merah Putih Berkibar Dari Bukit Karst Sembinai
Sang Merah Putih Berkibar Dari Bukit Karst Sembinai, Batukajang. Doc:Denim

Banyak cerita yang akan kau dengar tentang Kalimantan ini nantinya, Fen. Sebuah tulisan dan gambar dariku takkan terlunasi. Kau harus datang sendiri ke sini. Menjadi salah satu saksi, mengapa pulau ini bukan hanya disebut sebagai Borneo, Warunadwipa, Pulau Hujung Tanah, atau belasan nama lainnya.

Tetapi ada satu nama yang menarik, yaitu Nusa Kencana. yang berarti Pulau Emas. Pulau yang mendatangkan kemakmuran, kesejahteraan, dan penghidupan. Kalimantan.

Dari Sahabatmu,

Si Cakep, Imut, Unyu, Bikin Gemetz, Takep Anet.

Blog

Final 1

Final 2

Final 3

Final 4

Final 6

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s