Hari 4 : Gnothi Seauton

Bagaimana puasa saya sejauh ini? Jawabannya sama. Saya memulai hari dengan bangun pada pukul sebelas siang. Baiknya, kita lewati. Sebelum mendapati, bahwa tulisan saya terdahulu masih juga membahas kapan jam bangun saya.

Semalam, setelah selesai Tarawih, dan pulang ke rumah, praktis tidak ada yang dikerjakan. Jika ponsel saya tidak hilang, mungkin saya masih sibuk berkutat dengan benda itu. Berasa mati gaya pada awalnya, serius. Saya tidak bisa melihat pergerakan kekinian yang biasanya muncul di linimasa media sosial. Entah berupa quote-quote sok bijak dan juga lucu, meme seputar Ramadhan, serta cuplikan video pendek dari dubsmash, Setelah itu, yang saya rasakan justru biasa saja. Jika ingin melihat percakapan di grup WhatsApp atau Line, saya akan menggunakan jaringan wi-fi di rumah.

Pandangan saya tertuju pada kotak harddisk yang selama ini tergeletak mesra di dekat televisi. Kebiasaan saya dan kakak saya adalah membeli film dalam jumlah yang banyak, kemudian disimpan di harddisk. Yang bikin seru adalah, kadang dari puluhan film yang kita beli (borongan), hanya sekitar-paling banyak, tujuh film yang ditonton. Sisanya, kapan-kapan baru ditonton. Dan sekarang, adalah ide bagus untuk menonton film-film festival, anti mainstream, serial, dan juga yang berada di jajaran un-box office.

Maka, saya melanjutkan malam dengan marathon film. Evil Dead, Beauty and The Beast, Hers, Best of Me, dan Before Midnight. Masih ada juga serial The Walking Dead dan Heroes yang ada di daftar antre untuk ditonton. Saat itu dan ke depannya, bisa jadi adalah saat santai terbaik yang pernah saya punya. Hingga ada satu cuplikan di salah satu adegan film, dan salah satu tokokhnya menyebut, Gnothi Seauton.

Gnothi…

Seauton…

Saya merapal dua kata tersebut berulang-ulang. Hingga kebas. Saya langsung mematikan dan menutup layar notebook.

Saat berikutnya, saya melangkah ke depan cermin. Dan mendapati wajah yang telah saya kenal baik. Rambut yang dipangkas habis pada sisi samping, menyisakan bagian tengah yang sengaja dipanjangkan. Kacamatan telah terlepas, ada kedua mata yang tidak simetris, hidung minimalis. Wajah oriental kehitaman itu masih ada di sana. Tidak kemana-mana.

Pandangan saya pun turun menyusuri ke bawah. Badan kurus berotot, dihiasi beberapa tato berukuran kecil yang dihadirkan seperti siap untuk diejek. Sama sekali tidak artistik. Latihan yoga sembilan bulan telah membuat postur tubuh pemiliknya menjadi lebih tegap, tidak bungkuk seperti sebelumnya.

Pencitraan tubuh dari luar telah selesai. Bagaimana dengan yang ada di dalamnya? Saya sendiri belum bisa mengetahuinya. Bahkan hingga tulisan ini sedang terketik pun, masih misterius dan tak terjangkau. Menyedihkan, tidak bisa mengenali diri saya sendiri.

Apakah si empunya tubuh memiliki penyakit? Bagaimana dengan kehidupan pribadinya? Apakah baik-baik saja? Punyakah ia saat-saat menggembirakan? Ada apa dibalik tampang seadanya itu?. Ketidaktahuan saya kembali menyergap. Kok bisanya, malam ini saya tutup dengan  sebuah perenungan. Bukannya langsung tidur blas seperti malam sebelumnya. Bedebah memang film yang barusan saya tonton. Seenaknya aja menyuruh bawah sadar saya untuk melakukan ngaca-mikir-ngaca-mikir.

Sembari melanjutkan kembali tidur setelah menyelesaikan Subuh, saya memakai earphone, memutar acak lagu di di ponsel. Dan…

The sun is old on water
Yearling flakes keep whirling by
Carry me awry

Collapsing breaths discover
Turning hope, new-boarded highs
Receding howls dew the skies

Closing eyes recover
Amber light in wintry bed
Can you pull me under the cold, charred sea?

Matapun tersayup.

Gnothi Seauton

Kenalilah dirimu sendiri.

Regards

Myself

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s