Procrastinate. Me.

Pertengahan 2005, gue sempet dinilai oleh peer group di salah satu panti rehabilitasi pengguna narkoba, di daerah Jakarta coret, di tempat gue ngejedok berbulan-bulan lamanya.
Bahwa,
Issue atau masalah gue waktu itu adalah procrastinator kelas berat. Gue orangnya suka nunda-nunda kerjaan. Dan satu lagi, gue tipikal orang yang underestimate masalah. Masalah seberat apapun, gak pernah dipikirin. Santai bebas nggak ada rintangan. Cenderung cuek, dan #uhuk, last minute person.

Dan sekarang, gue mulai nyium bau bahaya.

Kita mulai dari yang pertama deh, yaitu rapelan evaluasi anak didik yang sampai sekarang masih ada di rak buku bagian bawah, karena nggak kunjung gue kerjain. Dari lima bulan lalu. Emejing banget. Kalau aja tempat kerjaan sekarang bukan yayasan punya kakak, mungkin gue udah dipecat paksa dari jauh-jauh hari. Di pikiran gue selalu muncul, a’elaaah, besok masih ada…. Gampang itu maah… Bentar deh, abis gue jalan-jalan dulu, baru bikin… Sampai sekarang.

Kedua, bikin SIM mobil. Ini mungkin agak nggak terlalu penting. Tapi masalahnya, hal ini udah dibilangin ama kedua kakak gue untuk bikin, bikin, bikin, supaya mereka nggak kelewat capek untuk nganter ponakan yang segambreng kemana-mana. Tapi ya dasar gue, bilangnya nggak sempat lah, masih nyari waktu lah, atau males urusan ama polisi. Hadeeeeuh. Sampe sekarang pun kalau kemana-mana ya tetap duduk manis di kursi penumpang. Ada teman dekat yang sempat nyeletuk, bawa gue sama aja seperti bawa barang paketan. Sial.

Ada juga masalah yoga belum gue kelarin. Yaitu pengin belajar tentang Astanga Yoga. Itu tuh, pose yoga yang ekstrim. Bukan masalah gaya-gayaan. Tapi berkompetisi dengan diri sendiri. Bahasa kerennya, ngenalin limit badan kita. Selanjutnya, gimana mau belajar, kalau pas giliran split kaki ke kedua arah, gue udah kesakitan kelojotan terus berhenti, dan nggak nyoba lagi? Belum lagi bikin sequence pribadi, supaya flow pas exercise itu nyaman. Keteteran deh.

Selanjutnya masalah blog. Selepas menang dari lomba blog kemarin, ternyata ada semacam ‘tugas’ dari Markom-nya Garuda, Mas Eky, yang bilang gue harus nulis tentang Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin. Soalnya gue pernah ke sana akhir tahun kemarin dan bercerita menggebu-gebu depan dia. Rewardnya sih, gue akan diajak untuk media trip, kalau tulisannya udah kelar dan diemailkan ke dia. Menyenangkan memang. Dan sekarang, tiap ngeliat update statusnya di BBM, nyelekitnya itu sampe ke ulu hati. Soalnya, janji itu belum dikelarin juga, kakaaaa.

Sebenarnya masih ada beberapa lagi. Janji ama Kai (bapak angkat) untuk beresin gudang dan parit, terus bikin kalender online untuk komunitas, kelarin meriksa tugas anak didik di Paket C, sampai…

Ouwhmaifakinggad! Those Wikipedia article!

Minggu lalu, gue termasuk beruntung terpilih bersama 15 orang untuk mengikuti pelatihan menulis konten atau artikel tentang Kalimantan untuk Wikipedia Indonesia. Pelatihan yang berakhir dengan kompetisi itu memang menjanjikan hadiah gadget, tapi itu nanti dulu. Hari gini dikasih tau bagaimana cara nulis yang tepat, dan membuat artikel sempurna ala Wikipedia itu sesuatu yang nggak setiap hari lo dapet. Pas hari terakhirnya, pembicara mengumumkan, kita harus bikin satu artikel tentang satu hal mengenai Kalimantan. Apa aja. Mulai dari tempat wisata, kuliner, benda bersejarah, pahlawan, hingga nama jalan. Batas terakhir untuk mengumpulkan artikelnya adalah Minggu, tanggal 28 Februari. Dua hari dari sekarang. Alaaah… Gampang.

Dan sampai gue ngetik ini pun, artikel pilihan gue, yaitu tentang Festival Rakit Bambu Loksado masih ngetem sepuluh persen di folder kesekian. Kuwampret.

Ini yang gue bilang bahaya. Kalau kelamaan mendem kerjaan, ya gini akibatnya. Semua kerjaan tiba-tiba bareng munculnya. Gak ada pake permisi atau kulonuwun. Tantangannya menjadi dobel, karena nggak ada rokok sebagai bala back-up gue saat ini. Udah berhenti nyemok sejak dua minggu lalu, yeaay!

Kalau cara penyelesaiannya adalah mulai mencicil suatu kerjaan pelan-pelan, gue belum terbiasa. Waktu tenggat dan dikejar-kejar itulah yang gue nikmati. Saat-saat terakhir. Karena di situ adrenalin gue kepompa, rasa kepepet gue muncul, dan cuilan kreatifitas seakan bertebaran dimana-mana. Atau menunggu bentakan, baru gue kerjain. Hahahaha!

Baiklah, mudah-mudahan aja, ada dorongan ekstra supaya gue bisa ngelarin artikel dalam waktu tiga hari. Jadi, untuk sementara, postingan ini yang bakal gue publish di blog. Supaya ada bahan buat baca – baca. Sekalian, kalau mau nanya, bagaimana cara buat artikel sempurna dan nggak kena rambu di Wikipedia, silakan hubungi aja. Gue nggak kemana-mana kok, ada di sekitaran ponsel kalian.

KOPI MANA, KOPI?

Posted from WordPress for BlackBerry. @T_onSKY

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s