Impian Akhir Tahun. Part III : Mimpi

Entah diturunkan dari siapa dan dari mana, saya mempunyai kebiasaan untuk menuliskan kembali mimpi saya setelah bangun tidur. Apalagi jika mimpi itu membuat saya terbengong dan terduduk terdiam dua atau tiga menit setelahnya.

Hal itu pulalah yang membuat ponsel ataupun notes kecil, selalu standby di atas kepala, menjelang tidur. Jika mendadak saya mendapat mimpi yang luar biasa menakutkan, menggembirakan, atau menyedihkan, saya akan langsung menuliskan, menggambarkan detil mimpi yang saya ingat di atas kertas, atau lewat layar ponsel.

Karena… kemampuan saya untuk mengingat mimpi yang mendetail itu hanya bertahan kurang dari lima menit. Maka dari itu saya membutuhkan media untuk menceritakan kembali.

Contohnya mimpi yang berhasi saya tuliskan, seperti ini :

Mimpi tanggal 13 Oktober
Gue tiba - tiba dikawinin!
Jadi gue disuruh ganti baju untuk jadi mempelai pria dan duduk di pelaminan.
Pertamanya gue nggak tau ngapain, eh tiba - tiba aja pas lagi makan,
mempelai wanita, alias calon bini gue datang ujuk - ujuk salim
dan gue dipaksa nyium tangannya (juga)

Di saat itulah, gue sadar, 
bahwa gue harus lari dari kesalahan besar ini dan harus nyari tau, 
siapa yang berada di belakang ini semua.

Tulisan di atas adalah benar adanya. Nggak ada edit – editan. Siapa yang nggak kaget, kalau mimpi dikawinkan tiba – tiba.

Minimal, paling nggak ya, ada intro taaruf-sowanan-tunangan gitu.

Belum puas, baru kali itu seumur – umur saya membuka buku ‘Takwil Mimpi Islam’-nya Ibnu Sirin dari rak buku kakak saya, demi mencari tahu apa sebenarnya maksud mimpi saya.

Jawaban yang saya cari menghulu jadi dua: Saya akan mendapatkan pekerjaan baru, atau saya mendapatkan rezeki yang cukup besar. Penasaran saya pun terbunuh.

Okefain. Case closed.

Sebulan kemudian…

Mimpi Jum’at 14 November


Frame 1 :
Gue mau pulang, sementara gue liat Mas Dei bawa motor berlalu aja dari gue
tanpa nawarin buat pergi bareng. Bangsat.

Frame 2 :
Gue masuk di sebuah kampus, gak pake sepatu.
Sebenarnya niat gue adalah pengen keluar dari kampus itu
(kampus di dalamnya banyak orang cina),
dan gue diteriakin 'ih, imut banget! Ih, kiyut banget'
oleh para mahasiswanya.
Kampus itu pernah gue liat sebelumnya sih.
Dan gue sempet ditanya ama dosennya, trus gue jawab seadanya,
karena gue gak pake sepatu.

Frame 3: 
Di sebuah undakan anak tangga, menuju tebing,
tiba - tiba gue dibilangin ama Bro Kiky,
kalo sebenarnya tadi dia mau nempeleng sopan ama gue,
karena sikap gue yang agak kurang ajar
waktu dia ngobrol ama temannya di depan pintu kamar mandi umum.
Sifat yang harus gue ubah adalah orangnya yg tergesa-gesa.
Dan dia bilang sesutu ama gue yang gak gue duga2.
Dia bilang, kalo gue sebenarnya adalah adeknya yg paling priceless.
(Dan itu gue ada di semacam kegiatan karantina/camp)

Gue pelukan ama Bro Kiky buat farewell
Gue dengan terisak, ngomong ke dia
Gue nggak mau pulang/berpisah dari camp ini
Gue bilang, tapi gak berani, bahwa dia adalah idola gue.
Gue juga ngomong sesuatu tentang TripAdvisor
Gue bilang sangat jarang kita ketemu di acara yang seperti ini.
Saking terisaknya gue, gue nggak bisa bersuara.

Kita pelukan itu di atas sebuah tebing,
sementara gue liat di bawahnya,
ada seorang karyawan yang dikeroyok oleh empat orang sekurity/satpam,
tapi bubar gak lama setelah ada satuan pengamanan yang lain datang melerai mereka.

Gue cuma mimpi.

Menurut saya, ini adalah mimpi yang absurdnya ke tingkat paling bedebah tahun ini. Bagaimana enggak?

  1. Mimpinya terbagi atas beberapa frame. Udeh kayak pilem – pilem aja.
  2. Bro Kiky itu adalah satu – satunya orang yang pernah menghukum saya, di sebuah Panti Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba di Jakarta, sembilan tahun lalu, sewaktu saya menjadi penghuni di sana selama enam bulan lamanya. Dan dia sudah meninggal karena komplikasi kanker otak. Yes, I adore him. As a brother.
  3. Air mata saya tak berhenti mengalir setengah jam setelah saya bermimpi. Tersedu – sedan.

Contoh ketiga,

Mimpi Senin, 17 November

Nnyokap gue ngasih duit 8.999 juta dalam amplop putih yang masih di segel.
Beliau bilang akan ke jakarta untuk hadiri acara anugerah apa gitu.
Sementara duitnya tadi, ternyata adalah hasil dari investasi.
Dia bilang, gue aja yang simpen, karena duit segitu kebanyakan untuk dia.

Gue jumpa nyokap gue pada saat gue mandi di kolam renang sebuah hotel.
Gue saat itu lagi nanyain tentang Danny MDS 321 yang kenapa2 ke petugas hotel.

Selesai.

Saya bingung…

Kok saya bisa mengingat jumlah detail uang tersebut adalah sebanyak 8,999 Juta? Ibu saya memberikan uang sebanyak itu untuk saya supaya disimpan? Manalah mungkiiiiin… Terus Danny MDS 321 itu siapa?

Random? Iya.

Kata-katanya tak beraturan? Iya.

Memakai kata – kata ‘gue’? Iya. Masalah?

Itu adalah kata – kata yang spontan saya tulis. Saya menjaga ritme supaya tulisan saya akan menceritakan semuanya. Tanpa ada yang luput. Karena setelah bangun tidur, dalam hitungan menit saja, semuanya bisa buyar.

Itu adalah mimpi saya sendiri. Kalian pernah melakukan seperti yang saya lakukan? Belum tentu. Di akhir tahun ini juga, saya mempunyai keinginan untuk menajamkan kemampuan saya, yang terbilang jarang dipunyai orang – orang kebanyakan, hahaha! Mudah – mudahan tahun depan, setelah saya bermimpi, saya bisa langsung menuliskannya dengan laptop.

Alasannya:

Siapa tahu, saya bisa menjadi cenayang untuk diri saya sendiri. Kedua, saya semakin melatih kemampuan menulis spontan saya. Ketiga, percaya atau tidak, acapkali ketika saya menuliskan mimpi yang saya alami, saya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa. Entah berupa materi, ataupun berita menggembirakan. Bukan dari togel hasil cakaran.

Mari bermimpi.

*tulisan saya besok adalah, Malaikat.

PS:

Karena saya masih terbilang baru untuk menggunakan blog berplatform wordpress, maklumilah saya untuk tidak menyertakan foto/gambar kali ini. Saya pernah mencoba untuk memasukkan foto di postingan sebelumnya, namun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s